logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 30 Desember 2006 SEMARANG
Line

Jalan Lingkar Selatan

Ganti Untung Tahap III Rp 2,4 Miliar

SALATIGA - Ganti untung untuk lahan, bangunan, dan tanaman milik warga yang akan terkena proyek Jalur Lingkar Selatan (JLS) tahap ketiga selesai dilakukan. Pembayaran dilakukan di Balai Kelurahan Kumpulrejo, Jumat (29/12) dan menelan dana hingga Rp 2,4 miliar.

Asisten I Sekda Salatiga Ir Tri Susilo Budi menyatakan, ganti untung diberikan bagi 61 warga di Kelurahan Kumpulrejo dan Dukuh yang telah menyetujui penawaran dari Pemkot. Tanah yang dibeli Pemkot dengan pembayaran tunai tersebut sebanyak 148 bidang. "Saya bersyukur pembayaran ganti untung untuk JLS tahap ketiga ini selesai dilakukan," ungkapnya kepada wartawan.

Dijelaskannya, dari 94 warga yang memiliki lahan di wilayah itu, 62 di antaranya telah menyetujui harga pembelian yang diajukan Pemkot. Namun satu orang mengundurkan diri menjelang pembayaran dengan alasan yang tidak jelas.

Dari tiga item yang dibeli Pemkot, tanah menelan anggaran terbanyak, mencapai Rp 2.093.600.000. Sementara untuk penggantian bangunan, dana yang dikeluarkan Pemkot Rp 394.289.825. Adapun untuk penggantian tanaman produktif yaitu Rp 21.114.500. Jumlah anggaran yang disediakan Pemkot Salatiga Rp 2.482.855.300.

Tabungan

Untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan, warga tidak menerima pembayaran tunai. Namun menerima dalam bentuk tabungan Bank Jateng yang saldonya sesuai dengan nilai ganti untung.

"Kami tidak ingin terjadi masalah setelah pembayaran, karenanya mereka disarankan hanya membawa pulang buku tabungan. Ini demi keamanan warga sendiri," tuturnya.

Meski demikian, ternyata hal itu tidak mudah dalam praktiknya. Masih banyak warga yang belum mengetahui apa itu tabungan. Apalagi mereka hanya menerima sebuah buku kecil yang berisikan angka-angka.

"Kula kok namung nampi buku, lha arta kula teng pundi Pak," tanya seorang warga kepada Kabag Tata Pemerintahan Kota Salatiga Kusumo Ajie. Kusumo Ajie menjelaskan, uang yang dimiliki bapak itu tersimpan dengan aman di bank milik pemerintah.

"Tak perlu khawatir Pak, uangnya disimpan, aman kok. Kalau Bapak suatu saat mau mengambil, silakan hubungi saya, nanti saya antarkan," jelasnya pada beberapa warga.

Kepada Suara Merdeka, sebagian besar warga mengaku akan membelanjakan uang tersebut untuk membeli mobil atau sepeda motor. (H23-62)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA