logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 30 Desember 2006 SEMARANG
Line

Pria Renta Tewas, Diduga akibat KDRT

KENDAL - Suwito (85), Jumat (29/12) sekitar pukul 09.05 ditemukan meninggal di salah satu kamar rumah milik anaknya, Blok A/16 kompleks Perumahan Griya Praja Mukti Kelurahan Langenharjo, Kendal.

Kematian pria renta tersebut membuat sibuk belasan aparat Polres Kendal. Pasalnya, Suwito diduga menjadi korban tindak kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Untuk memastikan dugaan tersebut, polisi mendatangkan tim medis guna melakukan visum terhadap jenazah lelaki bertubuh kecil itu.

Tim penyidik kepolisian yang dipimpin Kasatreskrim AKP Ronald Ardianto Purba, sekitar pukul 13.40, membawa jenazah Suwito ke kamar mayat RSUD Dr Soewondo Kendal untuk divisum luar. Upaya itu ditempuh untuk menghindari munculnya hal-hal yang tidak diinginkan di kemudian hari.

Hal itu menyebabkan proses pemberangkatan jenazah dari rumah duka, yang rencananya akan dilakukan pada pukul 14.00, harus diundur. Kehadiran belasan polisi, tak urung menimbulkan rasa heran bagi warga perumahan yang sebagian besar adalah pegawai negeri sipil (PNS) Pemkab Kendal.

''Berdasarkan hasil visum luar di RSUD Soewondo, diketahui tidak ada luka-luka pada tubuh Suwito yang mengakibatkan kematiannya,'' ungkap Kapolres Kendal AKBP Tjahyono Prawoto SH MH melalui Kasatreskrim AKP Ronald Purba, kemarin.

Meski demikian, polisi menemukan sejumlah luka lama pada beberapa bagian tubuh Suwito. Beberapa luka di antaranya disinyalir karena penganiayaan.

Misalnya, luka di tangan dan kaki kanannya. ''Kami akan menyelidiki lebih lanjut, apakah luka tersebut akibat penganiayaan atau bukan.''

Cek-cok dengan Anak

Kecurigaan dan kehadiran polisi ke rumah duka, berawal ketika petugas memperoleh laporan adanya tindak kekerasan yang mengakibatkan tewasnya Suwito yang diduga dilakukan anak kandungnya, Sri Wartiningsih (62).

Lelaki renta itu, sejak beberapa tahun ini tinggal bersama anak dan menantunya, Sri Wartiningsih dan Sudibyo (53), serta tiga anak pasangan itu di Perumahan Griya Praja Mukti Blok A/16 Kendal.

Menurut keterangan beberapa tetangga, selama tinggal serumah, hubungan antara Wartiningsih dengan Suwito tidak harmonis.

Ayah dan anak kandung tersebut sering cek-cok, saat Sudibyo bekerja di Bagian Umum Setda Kendal.

''Beberapa waktu sebelum ditemukan meninggal, mbah Suwito sempat cek-cok dengan anak perempuanya. Mereka sering terlibat hal itu. Namun, apakah cek-cok itu mengarah ke tindak kekerasan fisik atau hanya ''perang'' mulut, kami kurang tahu pasti. Suatu ketika, juga saya pernah mendengar istri Pak Dibyo berkata kepada ayahnya 'wong tuwa kok ora cepet-cepet mati'. Di sisi lain, justru Pak Dibyo sangat sayang kepada mertuanya. Dia seringkali menyuapi makan,'' papar salah seorang tetangga korban.

Sudibyo yang ditemui terpisah ketika menunggu visum jenazah mertuanya di kamar mayat RSUD yakin mertuanya tersebut meninggal karena telah uzur.

''Cek-cok antara istri saya dengan ayahnya adalah hal yang lumrah dalam kehidupan berkeluarga. Itu hanya perang mulut. Sejak beberapa tahun ini, Bapak menderita sakit tekanan darah tinggi,'' katanya. (G15-62)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA