| Sabtu, 30 Desember 2006 | SEMARANG |
Penyaluran Raskin Dipastikan Awal JanuariDEMAK- Penyaluran beras rakyat miskin (raskin) tahun 2007 untuk Kabupaten Demak dipastikan lebih awal, yakni Selasa (2/1). Selama ini raskin dibagikan pada pertengahan bulan. Kabag Perekonomian Setda Demak Drs Eko Pringgolaksito usai rapat koordinasi tentang raskin, kemarin menjelaskan, dari segi jumlah raskin yang dialokasikan untuk Demak menurun. Tahun lalu 1.035 ton, sekarang 977,65 ton. Artinya, ada pengurangan 200 ton lebih. Kendati demikian, dari aspek jumlah tumah tangga miskin (RTM) yang akan menerima ternyata bertambah. Tahun 2006 penerima raskin 69.000 lebih, sedangkan tahun ini menjadi 97.000 lebih. Sementara dari data rakyat miskin yang diajukan sebanyak 97.901 keluarga. Menurut Eko Pringgolaksito, jumlah penerima raskin semakin banyak, karena kuota beras untuk masing-masing RTM berkurang. ''Semula masing-masing mendapat 15 kilogram, tetapi sekarang hanya 10 kilogram,'' ujarnya. Dia berharap dengan bertambahnya jumlah keluarga miskin yang mendapat raskin, pola pembagian asal merata perlu dihilangkan. Sebab, dibeberapa daerah terjadi pembagian dengan sistem bagi rata. Cara seperti itu menjadikan hak orang miskin terkurangi. ''Sudah seharusnya pembagian pola rasto atau raskin bagi roto dan bagito, bagi-bagi roto tidak perlu diterapkan,'' tuturnya. Selain itu, pembagian beras bersubsidi itu juga akan berlaku 12 bulan, tidak 10 bulan seperti tahun lalu. Dengan demikian, setiap bulan rakyat miskin mendapat beras murah yang hanya dibeli dengan harga Rp 1.000/kilogram. Saat ini harga beras IR 64 3.800/kilogram. Pada tahap awal akan disalurkan untuk Kecamatan Mranggen, Karangawen, Guntur, Bonang, dan Gajah. Sementara itu, Kepala Gudang Perum Bulog Demak, Andi Toni menegaskan, stok beras aman untuk lima bulan ke depan. Di gudang Demak terdapat 3.100 ton beras yang siap disalurkan. Dia menjamin kualitas beras jenis IR 64 yang dihasilkan petani Demak cukup bagus. (H1-37) |