| Sabtu, 30 Desember 2006 | SEMARANG |
Jembatan Pilangrejo Putus Lagi
DEMAK- Jembatan yang melintang di atas Sungai Jajar Desa Pilangrejo, Kecamatan Wonosalam, Jumat (29/12), terputus. Jembatan yang dibangun dari kayu tersebut terbelah menjadi dua setelah tidak mampu menahan derasnya air sungai yang disertai tumpukan eceng gondok. Akibatnya, sejumlah siswa SD Negeri Pilangsari dan siswa MTs Sabilul Huda Pilangrejo telantar. Pasalnya, jembatan itu merupakan satu-satunya jalan penghubung sekolah dengan Jalan Utama Wonosalam. Selama ini penduduk Dusun Pilangsari Desa Pilangrejo juga menggunakan jalur tersebut menuju Demak. Sebenarnya ada jembatan lain, tetapi berada di perbatasan desa dan jaraknya sekitar 5 kilometer. Untuk sampai ke jembatan itu harus melalui jalan yang becek. Karena itu, sebagian besar siswa yang pulang sekolah dijemput orang tua masing-masing. Pada Desember 2005, jembatan sepanjang 40 meter dengan lebar dua meter itu pernah terputus setelah diterjang air deras. Bahkan lima siswa terjatuh, meski kemudian berhasil diselamatkan. Konstruksi bangunan jembatan itu sangat sederhana. Tiang penyangga sebagian terbuat dari bambu dan lainnya berupa kayu batangan. Demikian juga dengan alas jembatan yang terangkai bambu dan kayu meranti. Salah seorang warga, Muhammad Ali, menuturkan, jembatan itu merupakan penyeberangan sementara bagi anak sekolah. Sebab saat ini sedang dibangun jembatan yang lebih permanen di sebelah selatannya, sekitar 100 meter dari tempat itu. Namun sebelum bangunan yang permanen selesai, ternyata jembatan sementara ambrol. Dari segi konstruksi, lanjut dia, kekuatannya tidak bisa bertahan lama, karena sebagian dibangun dari bambu dan telah termakan usia. ''Saat ini warga berharap agar jembatan yang permanen segera diselesaikan,'' tutur dia. Anggota DPRD Demak, H Ali Mas'adi SH yang langsung melihat lokasi tersebut mengatakan, Pemkab perlu segera membuat jembatan darurat agar proses pembelajaran SD Pilangsari dan MTs Sabilul Huda tidak terganggu. ''Saya rasa saat ini penting membangun jembatan darurat,'' tutur anggota legislatif dari PPP itu. (H1-62) |