| Sabtu, 30 Desember 2006 | SEMARANG |
Pengusaha Warnet Rugi Rp 40 JutaSEMARANG- Putusnya delapan jaringan kabel internet bawah laut yang melalui Taiwan, benar-benar memukul para pengusaha warnet di Indonesia, termasuk Semarang. Mereka hanya bisa pasrah menerima keadaan tersebut, dan berharap perusahaan luar negeri yang memiliki jaringan kabel tersebut dapat menyelesaikan perbaikan secepatnya. Manager Citra Media, Heru Setiawan mengungkapkan, saat ini hanya ada 2 kabel yang dapat beroperasi untuk melayani internet, yaitu kabel yang melalui Jepang dan Australia. Dengan asumsi perbaikan membutuhkan waktu selama 4 minggu, Heru memperkirakan, pihaknya akan mengalami kerugian hingga Rp 40 juta. Apalagi, 70% pelanggan Citra Media merupakan klien internasional. Retno, pengusaha trading handicraft mengaku tidak tahu harus bagaimana lagi agar dapat berkomunikasi dengan buyer-nya. Apalagi, keadaan itu juga semakin diperparah dengan gangguan jaringan telepon internasional mulai Rabu (27/12) pagi hingga Kamis malam pukul 23.00. Akses Lambat Sementara itu, Agung penjaga rental Medianet di daerah Kaligawe mengatakan sejak beberapa hari terakhir ini, sejumlah pengunjung mengeluhkan lambatnya akses internet. Hal itu secara tidak langsung mempengaruhi jumlah pengunjung yang datang ke tempatnya. "Sejak adanya berita tentang gempa yang mengatakan jaringan kabel di bawah laut mengalami kendala, pengunjung yang datang menurun drastis," katanya. Akibat menurunnya jumlah pengunjung, kerugian yang diderita oleh tempat dia bekerja cukup besar. Dalam sehari biasanya kami bisa mendapatkan omzet sekitar RP 6 juta lebih, tetapi sejak terjadinya kerusakan itu omzet yang kami dapatkan hanya sekitar Rp 1,5 juta," ujar dia. (H10,ric-18) |