| Sabtu, 30 Desember 2006 | SEMARANG |
Grup Debu Tampil di Simpanglima
SEMARANG- Dibanding tahun-tahun sebelumnya, acara pergantian tahun di Kota Semarang kali ini diperkirakan bakal bernuansa religius. Wali Kota Semarang Sukawi Sutarip menyerukan, seluruh tempat ibadah dan instansi menggelar kegiatan akhir tahun dengan doa bersama. Untuk meramaikan suasana, puncak acara di pertunjukan Simpanglima akan ditandai dengan konser oleh grup musik sufi Debu. Kelompok musik islami yang didirikan sejumlah musisi asal AS, Indonesia, dan beberapa negara Eropa itu, diharapkan dapat menandai awal tahun dengan introspeksi. Selain kelompok musik Debu, tutup tahun akan ditandai dengan peniupan trompet oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Semarang KH Abdul Karim Assalawy. Sejumlah tempat hiburan di kota ini juga ikut meramaikan dengan bermacam acara. ''Sepanjang tahun ini banyak musibah yang terjadi di negeri ini, termasuk di Kota Semarang. Karena itu, awal tahun tidak cuma untuk berhura-hura, tapi juga memanjatkan doa. Surat Edaran untuk doa bersama sudah kami kirimkan ke semua pemuka lintas agama. Waktu dan tempat silakan disesuaikan,'' ujar Wali Kota Sukawi Sutarip melalui YMT Kepala Kantor Infokom Achyani, siang kemarin. Di Bonbin Mangkang misalnya, tutup tahun ditemani Restock Band, Centris on D'way Band, dan orkes melayu Roro Jonggrang. Acara itu terbuka untuk umum dan gratis. Sementara itu, liburan dua hari berturut-turut agaknya akan dimanfaatkan Wonderia untuk memanjakan anak-anak. Ada dua paket yang disediakan untuk mereka. Dua paket tersebut adalah Wisata Ceria dan Pesta Anak Ceria. "Wisata Ceria ditujukan untuk anak-anak Sekolah Dasar (SD). Sedangkan Pesta Anak Ceria ditujukan untuk mereka yang masih taman kanak-kanak (TK),'' kata Manager Marketing Wonderia, MA Irfan Rahmana, Jumat (29/12). Kampung Lele Sementara itu taman rekreasi keluarga dan pemancingan Dewandaru Jl Kol H Warsito Sugiarto, Ngrembel, Gunungpati, menggelar serangkaian acara untuk menyambut malam pergantian tahun 2006. Di antaranya sexy dancer (zedo), DJ perfom (DJ Jack), dengan iringan Paprika Band yang sedang getol promo album di lima kota. Bagi pengunjung, bisa menikmati suasana alam pegunungan sembari menikmati hingar bingar tutup tahun 2006. Acara yang dipusatkan di area kolam renang itu akan dimeriahkan dengan pembagian berbagai merchandise untuk pengunjung. Sedangkan Pusat Rekreasi dan Promosi Pembangunan (PRPP) Jateng dalam menyambut harui libur Idul Adha dan tahun baru tidak menggelar acara hiburan khusus. Ketua Panitia Tahun Baru PRPP Jateng, Buntoro menuturkan, pihaknya memang lebih berkonsentrasi pada penyelenggaraan acara malam tahun baru yang bekerja sama dengan RM Kampung Laut. "Kami menyediakan lahan Maerokoco sebagai akses untuk penyalaan kembang api. Masyarakat yang ingin menyaksikan pesta kembang api tersebut dari PRPP dipungut biaya Rp 5 ribu/orang," tuturnya. Untuk menyambut liburan, dia menuturkan, pihaknya tetap mengandalkan aneka mainan air dan darat yang ada di Maerokoco. "Mainan yang menjadi unggulan adalah bebek air, perahu mesin, astro jet, dan boom boom car. Pengelola Kampoeng Wisata Taman Lele , Drs Joko Tri Kadiyanto mengatakan pihaknya tidak memiliki target pengunjung pada libur lebaran dan tahun baru kali ini. Pasalnya, kata Joko, perolehan pendapatan tempat rekreasi tersebut selama setahun ini telah memenuhi target. Pada Idul Adha besok, tempat tersebut kendati buka seperti biasa, namun tidak menggelar acara khusus. Sedangkan pada tahun baru, tempat wisata yang berlokasi di Jl Raya Walisongo itu akan mementaskan hiburan yang diusung dalam tema apresiasi musik. Pihak Taman Lele, ujar dia, berusaha memasilitasi potensi para pelajar dan musisi dangdut lokal. ''Acara musik akan dimulai pukul 10.00-15.00. Band pelajar SMA akan tampil lebih dulu. Selanjutnya adalah grup musik dangdut Denada.'' Tiket masukpun tetap sama yakni Rp 3.750 per orang. ''Kami akan memberikan potongan harga 20% bagi pengunjung yang datang secara berombongan (minimal 100 orang).'' (Tim SM-18) |