logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 30 Desember 2006 SEMARANG
Line

Majelis Tafsir Alquran Shalat Id Hari Ini

Sebagian Besar Umat Islam Idul Adha Besok

SEMARANG - Sebagian besar umat Islam melaksanakan shalat Idul Adha, Minggu (31/12) besok. Ormas Islam Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah, juga melaksanakan shalat Id pada hari yang sama. Namun kelompok Pengajian Majelis Tafsir Alquran (MTA) yang beralamat di Jl Abdul Rahman Saleh 500-B menjadwalkan shalat Id, hari ini (30/12). Rencananya, shalat Id itu diikuti oleh 400-an orang, yang berasal dari berbagai wilayah di Semarang. Bertindak sebagai imam H Sukoco dan khatib Ustad Sukardi MSi.

''Shalat Id MTA menyesuaikan dengan Makkah. Karena kami sudah memperoleh informasi, jamaah haji di Makkah sudah masuk Arafah,'' kata Sukardi MSi, Ketua Cabang MTA Semarang.

Informasi yang dikumpulkan Suara Merdeka, Gubernur Mardiyanto akan melaksanakan shalat di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT). Di tempat tersebut, imam KH Zainuri Ahmad Alhafidz dan khatib H Hasan Thoha Putra MBA. Wali Kota Sukawi Sutarip dan Wakil Wali Kota Mahfudz Ali rencananya akan shalat Id di halaman Balai Kota, yang dipimpin imam/khatib Drs H Agus Sholeh MAg, Kepala Kantor Departemen Agama Kota Semarang.

Di Lapangan Simpanglima, juga dilaksanakan shalat hari raya dipimpin imam KH Ulil Abshor Alhafidz dan khatib Prof Dr HM Amin Syukur MA. Sementara di Masjid Agung Semarang (Masjid Kauman) bertindak sebagai imam KH Yahya Almuttaqin dan khatib Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Semarang KH Abdul Karim Assalawy.

Dalam rilis yang diterima Suara Merdeka, Jumat (29/12), Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Semarang menyiapkan tak kurang dari 20 tempat shalat Id.

Teladani Ibrahim

Sementara itu, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jateng Drs H Rozihan SH MAg mengatakan, kehadiran Idul Adha merupakan momentum untuk meneladani ketauhidan Nabi Ibrahim.

Menurut dia, Ibrahim merupakan sosok yang teguh mencari Tuhan, dan tidak terpengaruh oleh berbagai godaan yang datang. ''Kisah Ibrahim itu mengajarkan pada umat Islam untuk bersikap kritis, tidak serta-merta patuh dan tunduk, terhadap silaunya sinar matahari,'' kata Rozihan.

Dijelaskan, dalam doanya Nabi Ibrahim meminta agar diberi kemampuan untuk memilah perbuatan yang benar dan melakukannya, serta mengetahui perbuatan yang salah sehingga bisa menghindarinya. ''Generasi muda yang bisa meneladani Ibrahim akan bisa beriman dengan paripurna.'' (H9-18)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA