logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 30 Desember 2006 SEMARANG
Line

Diupayakan Uang Kontrak Baru

  • Relokasi Warga Gumpilsari

SEMARANG- Camat Banyumanik Suciarso Jarot mengemukakan, jika sampai akhir Januari 2007 lahan relokasi warga Kampung Gumpilsari, Kelurahan Tinjomoyo belum siap ditempati, pihaknya akan mengupayakan pemberian uang kontrak baru bagi mereka.

Upaya tersebut dilakukan dengan terlebih dulu mempertemukan warga dan pihak PT Putra Wahid Sejahtera (PWS). ''Sejauh ini, saya lihat pihak PT PWS serius mempersiapkan lahan relokasi. Saat ini, proses penataan lahan sudah dilakukan, dan saya berharap sesuai jadwal bisa selesai pertengahan Januari mendatang,'' kata Suciarso.

Seperti pernah diberitakan, akhir Januari 2007 merupakan batas waktu relokasi yang disepakati warga Kampung Gumpilsari, Kelurahan Tinjomoyo. Hal itu terkait dengan mulainya puncak musim penghujan.

Diharapkan, sebelum puncak musim penghujan datang, relokasi bagi warga tersebut sudah selesai dilakukan. Suciarso menambahkan, pihak PT PWS sudah memberikan uang ganti rugi kepada warga Gumpilsari.

Sesuai kesepakatan, tanah warga dihargai Rp 95.000 per meter persegi, sesuai dengan luasan yang tercantum dalam sertifikat milik warga.

''Informasi yang saya terima, 32 dari 35 warga yang memiliki sertifikat sudah mengambil uang ganti rugi yang menjadi haknya. Tiga lainnya, belum mengambil karena sertifikatnya 'disekolahkan' (dijadikan jaminan hutang-Red),'' ujarnya.

Pantauan Suara Merdeka, pengerjaan lahan relokasi di sebelah utara Kampung Bengkoksari, kelurahan Tinjomoyo terus dilakukan. Dua buah buldoser dioperasikan untuk meratakan permukaan lahan yang miring tersebut.

Menurut seorang pekerja di lapangan, penataan lahan relokasi sudah dimulai sekitar dua minggu lalu. Namun menurut perkiraannya, pekerjaan itu tidak bisa selesai sesuai target, yakni pada 5 Januari. Hal itu disebabkan oleh faktor cuaca dan ketidakpastian batas lahan relokasi yang dikerjakan.

''Hujan yang turun seminggu belakangan ini mengganggu proses pengerjaan lahan. Kalau hujan turun, tanah di sini jadi seperti bubur. Dari pada sia-sia, terpaksa pekerjaan sementara berhenti,'' kata pekerja tersebut.

Sementara itu, kepastian batas lahan relokasi masih terus berubah. Semula batas barat adalah 10 meter dari bibir sungai Kaligarang. Namun karena dikhawatirkan rawan longsor maka lahan digeser ke arah timur sejauh 50 meter. (H9,H6-56)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA