| Sabtu, 30 Desember 2006 | SEMARANG |
Perampokan Menonjol Curanmor MenurunSEMARANG- Tindak kriminal sepanjang tahun 2006 yang ditangani jajaran Polwiltabes Semarang mengalami peningkatan dibanding tahun 2005, dari 4.195 menjadi 5.909 kasus. Peningkatan jumlah kejahatan tersebut mengalami kenaikan hingga 29 %. Kasus yang berhasil diselesaikan aparat kepolisian juga mengalami peningkatan, yakni sebesar 17 % dari jumlah total 2.895 menjadi 3.512 kasus. Hal tersebut diungkapkan Kapolwiltabes Kombes Pol Drs Guritno Sigit Wiranto SH MH saat jumpa pers terkait dengan evaluasi tindak kriminal sepanjang 2006, Jumat (29/12). Dari jumlah total kejahatan yang ditangani, tercatat kasus pencurian dengan pemberatan (curat) merupakan tindak kriminal paling menonjol. Selain menonjol, juga mengalami peningkatan hingga mencapai 4,8 %, dari 537 menjadi 563 kasus. "Peningkatan juga terjadi pada kasus pencurian dengan kekerasan (curas-Red). Dari 53 menjadi 84 peristiwa, artinya naik menjadi 36 %," kata dia didampingi Kasatreskrim Polwiltabes Kompol Agus Rohmat SIK SH MH. Kasus pembunuhan pun mengalami kenaikan 20 %, dari 16 kasus menjadi 20. Tak jauh beda dengan peristiwa kebakaran yang meningkat 22 %, dari 71 menjadi 96 kejadian. Kapolwiltabes menengarai, meningkat angka kriminalitas lantaran berbagai problem sosial yang kini tengah menghimpit masyarakat. Untuk kecelakaan lalu lintas cukup mencengangkan. Pada tahun 2005 terdapat 153 kecelakaan dengan korban meninggal 155 orang. Tahun ini melonjak menjadi 1.782 kejadian dan korban tewas 312 orang. Curanmor Menurun Sedangkan kasus yang mengalami penurunan adalah pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Pada tahun 2005 terjadi 494 kasus, tahun ini berkurang menjadi 417. Penurunan angka kejahatan juga terjadi pada penganiayaan dengan pemberatan (anirat), uang palsu (upal), dan narkotika. Kejadian anirat, misalnya tercatat 261 peristiwa sepanjang tahun 2006. Padahal pada 2005 jumlahnya 237 kali atau turun 32 %. Untuk uang palsu yang berhasil diungkap jajaran Polwiltabes juga mengalami penurunan hingga 28 %, dari 14 menjadi 10 kasus. Keberhasilan Satuan Antinarkoba Polwiltabes mengungkap beberapa kasus narkoba, menjadikan jumlah perkara psikotropika di wilayah hukum Kota Semarang menurun. Terbukti, pada tahun 2005 tercatat 76 kejadian, sedangkan tahun 2006 menjadi 69, turun 9 %. "Secara keseluruhan jumlah perbandingan kasus yang menonjol mengalami penurunan, yakni dari 1.498 menjadi 1.420," tandas Kapolwiltabes. (H21-18) |