| Sabtu, 30 Desember 2006 | KEDU & DIY |
Desa Siaga DisosialisasikanGOMBONG-Desa Siaga sebagai desa yang memiliki kesiapan sumber daya dan kemampuan mengatasi masalah kesehatan secara mandiri, menjadi strategis. Dari 460 desa/kelurahan di Kebumen, diharapkan pada 2007 nanti sekitar 50 persennya bisa menjadi Desa Siaga. Hal itu mengemuka dalam Sosialisasi Pengembangan Desa Siaga Kabupaten Kebumen di Hotel Grafika, Gombong, Kamis lalu. Sosialisasi yang dilaksanakan Dinas Kesehatan itu diikuti kader PKK, unsur desa dan kecamatan, dibuka Bupati Dra Rustriningsih MSi. Menurut Plt Kepala Dinas Kesehatan dr Tri Prabowo MSc, sesuai strategi Depkes adalah menggerakkan dan memberdayakan masyarakat untuk hidup sehat secara mandiri. Menggerakkan dan memberdayakan masyarakat bisa ditempuh melalui pendekatan edukatif, yakni memfasilitasi masyarakat guna menjalani proses belajar guna mencegah dan mengatasi masalah kesehatan. Menyadari keterbatasan pemerintah dari segi upaya maupun sumber daya, perlu menumbuhkan sikap kepedulian dan gotong royong masyarakat untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan melalui Desa Siaga. ''Dalam mengembangkan Desa Siaga diperlukan tenaga-tenaga fasilitator di tingkat kabupaten, kecamatan sampai ke desa. Melalui Desa Siaga pula diharapkan bisa meningkatkan kebersamaan'' katanya. Peran Desa Bupati Rustriningsih memberikan perhatian terhadap Program Pengembangan Desa Siaga. Mengingat program nasional tersebut memang strategis untuk segera diimplementasikan. Apalagi aspek pemberdayaan masyarakat sangat diutamakan dalam mencegah dan mengantisipasi permasalahan kesehatan di masyarakat. Terlebih di Kebumen sering terjadi kejadian luar biasa, baik penyakit menular, demam berdarah (DB), dan malaria. Belum lagi daerah itu juga rawan bencana alam banjir dan longsor hingga tsunami. 'Kami mengajak semua pihak bersatu padu, berkoordinasi dan bertekad menyukseskan pengembangan desa siaga ini sebagai titik awal menuju desa sehat, kemudian kecamatan sehat dan kabupaten sehat,''tandas bupati. Menurut bupati, pengembangan Desa Siaga sangat relevan terutama untuk memanfaatkan potensi setempat dan mendorong kebersamaan masyarakat agar mau, sadar dan mampu mencegah serta mangatasi masalah kesehatan. Termasuk masalah-masalah kegawatdaruratan dan pencegahan bencana alam secara dini. Anggota Komisi B DPRD, Dian Lestari Subekti Pertiwi mengharapkan semua pihak terpangil dalam mewujudkan Desa Siaga. Sebab masalah kesehatan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, namun juga masyarakat beserta pihak-pihak swasta yang lain. Dia pun berharap dalam tahun 2007 dari separo jumlah desa di Kabupaten Kebumen telah terbentuk Desa Siaga. Hal itu akan memudahkan tercapainya Kebumen Sehat dan selanjutnya menuju Indonesia Sehat 2010.(B3-39) |