logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 30 Desember 2006 KEDU & DIY
Line

Atap Kelas Ambrol

WONOSOBO - Hujan deras yang mengguyur wilayah Wonosobo dan sekitarnya, akhir-akhir ini, menyebabkan kerangka atap ruang kelas III SD Pulosaren 2 Kecamatan Kepil, ambrol. Tiada korban jiwa dalam peristiwa itu, karena kejadian berlangsung pada malam hari.

Akibat runtuhnya kerangka atap tersebut, maka aktifitas pembelajaran siswa dipindah ke ruang lain. Demikian halnya dengan ruang kelas II dan kelas V yang bersebelahan dengan kelas III, juga dipindahkan. Tiga ruang kelas itu pun dikosongkan.

Kepala SD 2 Pulosaren, Sugeng Eko Sutrisno SPd (42 tahun) yang ditemui Suara Merdeka, Jumat kemarin, mengatakan gedung sekolah itu dibangun tahun 1984. Gedung pernah direhab secara swadaya oleh masyarakat, sekitar enam tahun silam, ketika atapnya dihempaskan angin ribut. Masyarakat kemudian mengganti atap seng dengan genting.

Sugeng mengatakan, murid dilarang bermain di bawah atau pun di dalam ruang kelas tersebut. Peristiwa tersebut sudah dilaporkan ke instansinya. Siswa yang menempati tiga ruang kelas, dipindah ke kelas lain/disekat. Pada hal, di SD 2 Pulosaren sekarang ini terdapat delapan rombongan belajar. Karena kelas I dan II, masing-masing terdiri atas dua kelas. Siswa di sekolah tersebut, tercatat sebanyak 188 anak. Kelas I mencapai 67 siswa; kelas II 48 anak; kelas III 22 murid; kelas IV 19; kelas V 17 dan kelas VI hanya 15 murid.

Disinggung tentang lulusan yang melanjutkan ke jenjang SMP, Sugeng mengaku cukup prihatin. Karena pada tahun 2005/2006, tidak ada lulusan setempat yang meneruskan ke SMP. Pada hal, jarak ke gedung SMP, tidak jauh. Hal itu dikarenakan kesadaran untuk sekolah ke jenjang yang lebih tinggi masih rendah. Anak yang relatif masih muda itu pun membantu kegiatan orang tuanya di sawah.(P55-39)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA