logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 30 Desember 2006 KEDU & DIY
Line

Bukit Waturanda Berpotensi Longsor

KEBUMEN-Bukit Waturanda, sekitar 17 kilometer utara Kebumen yang menjadi satu-satunya ruas jalan Kebumen-Karangsambung, sangat berpotensi terjadi longsor. Terlebih di musim penghujan tanah tipis disertai lapukan batuan itu juga ada rembesan air dari atas.

Hal itu diungkapkan Arief Mustofa Nur ST, peneliti dari Balai Informasi dan Konservasi Kebumian Karangsambung LIPI, kemarin, terkait antisipasi bencana tanah longsor.

Menurutnya, ruas jalan yang melalui daerah bukit Waturanda itu sebagai jalan utama Kebumen-Karangsambung. Ruas sepanjang 325 meter ini diapit Sungai Luk Ulo di barat dan Waturanda di timur.

Pada bagian jalan sepanjanag 110 meter dengan lebar 3 meter cukup menyulitkan bagi dua kendaraan yang berpapasan. Berdasarkan kajian geologi, daerah ini berpotensi terjadi longsoran terutama pada musim penghujan. Ruas jalan itu berada pada kelokan sungai sebelah luar dengan intensitas erosi sangat tinggi.

Longsoran dapat berupa luncuran bahan rombakan tanah dan batuan, maupun jatuhan batuan. Apalagi pada April lalu pernah terjadi luncuran dan rombakan tanah serta batuan yang menutup jalan. Jalan Kebumen-Karangsambung sempat tertutup beberapa jam.

Menurut dia, longsoran masih terjadi di musim hujan ini. Pada badan jalan terdapat sedikit material yang berasal dari lereng atas. Setelah hujan nampak rembesan air di antara batas tanah yang tipis dan batuan yang kompak dan kedap air.

Sementara dari longsoran akibat erosi Sungai Luk Ulo juga masih mungkin terjadi. Sebab, pada bagian bawah fondasi jalan di dasar sungai dijumpai rongga-rongga kecil berukuran sekitar 20 cm sepanjang 5 meter.

''Jika rongga itu bertambah besar dan panjang akibat erosi sungai, maka longsoran besar dapat saja terjadi,'' tandas Arief seraya menyarankan kepada Pemkab Kebumen dan Dishub agar memasang rambu peringatan daerah rawan longsor.(B3-39)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA