| Sabtu, 30 Desember 2006 | KEDU & DIY |
Kepiting Tarakan Dimasak Tak BerkolesterolIKAN laut dan sejenisnya seperti cumi-cumi, udang, kerang dan kepiting bagi sebagian orang bagai momok terutama yang mempunyai persoalan kolesterol. Namun sekarang tak perlu lagi takut menyantap hewan laut nan lezat tersebut. ''Di sini kami memasak kepiting sehingga benar-benar nonkolesterol, jadi bagi penggemar kepiting tak perlu takut-takut lagi mengonsumsinya,'' tutur Herman Susanto, pengelola Pondok Makan Pelem Golek Yogyakarta. Benarkah hewan laut bercangkang itu nonkolesterol? Dia menjamin dengan cara memasak tersendiri, bisa dipastikan kadar kolesterolnya hilang. Beberapa orang sudah mencoba menyantap masakan di pondok makannya yang berada di Jalan Kaliurang km 6,5 A 10, dan mereka tidak mengeluh merasakan dampak negatif usai makan. Seorang penggemar masakan laut pernah mengeluh kadar kolesterolnya tinggi. Setiap habis makan kepiting kepala terasa berat, leher kaku. Namun setelah mencoba resep Herman, dia tidak merasakan sakit apa pun. Bahkan ketika kontrol ke dokter juga kadar kolesterolnya tidak naik. ''Bahkan ada pula seorang pelanggan pengidap asam urat mencoba menu baru tersebut. Dia sendiri tak merasa penyakitnya kambuh sehingga sekarang tenang saja melahap kepiting,'' papar Herman yang dibantu koki berpengalaman 26 tahun dalam memasak ikan laut. Dikukus Lantas, bagaimana cara benar memasak agar aman? Dia hanya mengungkapkan kepiting dikukus, bukan digodok, secara benar selama sekitar 20 menit. Secara alami kolesterol akan hilang namun rasa lezat dan gurih masih tertinggal. Bukan cuma cara memasak harus benar namun cara mematikan juga perlu teknik tersendiri. Dia menjelaskan resepnya, kepiting segar dan masih hidup dimasukkan ke dalam es beberapa lama. Setelah setengah mati alias pingsan kemudian baru dimasak. Tak boleh ada luka di sekujur tubuh kepiting agar tidak mengurangi rasa. ''Kalau dibunuh dulu dan baru dimasak akan terasa hambar, beda kalau matinya tak ada luka. Coba buktikan kalau tak percaya,'' tandasnya. Selama memunculkan menu dengan resep aman kepiting nonkolesterol, sudah banyak orang mendatangi Pelem Golek atau memesan ke 885277 untuk pelayanan antar ke rumah. Maklum, tak semua orang berkesempatan keluar rumah ada yang memilih pesan dan tinggal menyebut ingin menu goreng mentega, mangut, taoco, saus tiram, asam manis atau lada hitam. Kepiting Herman bukanlah sembarang kepiting. Dia sengaja mendatangkan dari Tarakan, Kalimantan, karena lebih gemuk dan padat. Setiap dua hari sekali datang puluhan ekor dengan berat masing-masing empat-tujuh ons bahkan ada satu kepiting dengan berat satu kg. Soal harga menurutnya masih sangat terjangkau. Nah, nikamtilah tahun baru dengan kepiting nonkolesterol.(Agung PW-39) |