| Sabtu, 30 Desember 2006 | INTERNASIONAL |
Beredar Rumor, Saddam Dieksekusi Sabtu IniBAGDAD - Warga Irak menanti dengan cemas hari eksekusi mantan diktator Saddam Hussein. Spekulasi yang beredar Jumat kemarin menyebutkan, Saddam akan digantung Sabtu ini. Tim pengacara Saddam mengatakan, dia sedang mempersiapkan diri menghadapi eksekusi itu. Namun, kabar itu segera ditepis oleh seorang pejabat Irak. Kementerian Kehakiman juga membantah kabar bahwa Saddam sudah dipindahkan dari penjara militer AS ke penjara Irak. ''Bukan urusan Amerika untuk memutuskan kapan,'' kata seorang pejabat tinggi Kementerian Kehakiman. Dia membantah berita dari seorang pejabat Irak yang menyebutkan eksekusi kemungkinan akan dilaksanakan Sabtu ini. Dia juga menegaskan, tidak akan ada eksekusi sebelum 26 Januari 2007, yakni batas waktu 30 hari sejak vonis pengadilan banding. Namun, beberapa menteri menuturkan para anggota kabinet masih berbeda pendapat soal waktu eksekusi dan persyaratan tanda tangan perintah eksekusi oleh presiden. Perdana Menteri Nuri al-Maliki mengatakan Jumat kemarin, hukuman terhadap Saddam tidak bisa dibatalkan dan tidak akan ada penundaan pelaksanaan. Maliki menyatakan, orang-orang yang menentang hukuman gantung sama saja menghina para korban kekejaman Saddam. Dia menambahkan, tak seorang pun dapat membatalkan hukuman itu. Beberapa pejabat pekan ini menandaskan, grasi dari presiden untuk pelaku kriminal tidak berlaku bagi pelaku kejahatan terhadap kemanusiaan. Maliki bulan lalu pernah mengatakan ingin Saddam dihukum gantung tahun ini karena terlibat dalam pembunuhan, penyiksaan dan berbagai kejahatan lain terhadap kaum Syiah di Kota Dujail pada 1980-an. Sedangkan, beberapa orang Suni mengatakan eksekusi itu akan semakin memojokkan komunitas pendukung Saddam. Pengaruh Pribadi Khalil al-Dulaimi, ketua tim pembela Saddam, mengatakan, ''Amerika mendesak dan meminta saya untuk menyingkirkan pertimbangan pribadi.'' Pada Kamis lalu, Saddam diperbolehkan bertemu dua saudaranya, yang juga ditahan di pangkalan AS dekat Bagdad. Menurut seorang pengacaranya, mantan presiden itu tetap bersemangat. ''Dia sangat bersemangat dan bersiap diri,'' kata Badie Aref menuturkan pertemuan Saddam dengan Watban dan Sabawi. ''Dia mengatakan sangat bahagia menghadapi hari kematiannya di tangan para musuh dan menjadi syuhada, tidak hanya merana di penjara.'' Seorang pengacara mengatakan, Saddam telah dipindahkan dari tahanan militer AS ke tahanan pemerintahan Irak. Deputi Menteri Kehakiman Bosho Ibrahim mengatakan itu tidak benar. Dia masih ditahan di pangkalan Amerika.'' Juru bicara militer AS mengatakan Kamis lalu, Saddam masih tetap berada dalam pengawasan mereka. Ibrahim juga membantah pernyataan seorang pejabat senior AS yang mengatakan ada rencana membawa Saddam ke tiang gantungan Sabtu ini. Dia menandaskan, kementerian tidak akan ada eksekusi Saddam sampai 26 Januari. Juru bicara militer dan kedutaan AS yang berwenang dalam masalah ini menekankan perlunya menjaga kerahasiaan menyangkut rencana pelaksanaan eksekusi. (rtr-gn-25) |