| Sabtu, 30 Desember 2006 | EKONOMI |
Ekonomi Surakarta MelemahSOLO - Pertumbuhan ekonomi di eks Karesidenan Surakarta pada 2006 ini menurun dibanding tahun 2005. Tahun ini pertumbuhannya sebesar 4,76%, sedangkan tahun 2005 mencapai 6,49. Pemimpin Kantor Bank Indonesia Solo Tri Selo mengatakan, lambatnya pertumbuhan ini terutama dipengaruhi perlambatan pada sektor ekonomi yang memiliki kontribusi cukup besar, yaitu sektor industri dan sektor perdagangan, hotel & restoran. Sektor industri tumbuh 3,29%, sedangkan sektor perdagangan,hotel dan restoran pada 2006 tumbuh 6,67% Pertumbuhan sektor industri tersebut lebih rendah dari tahun sebelumnya. Tahun 2005, sektor ini tumbuh 9,24 %, sedangkan sektor perdagangan, hotel dan restoran tumbuh 9,03%. Faktor utama yang menghambat pertumbuhan kedua sektor ini adalah menurunnya daya beli masyarakat dan kenaikan biaya produksi sebagai akibat kenaikan inflasi yang cukup tinggi sebagai dampak dari kenaikan BBM. Sedangkan sektor ekonomi yang mengalami pertumbuhan relatif baik adalah pertanian, jasa, serta sektor angkutan dan komunikasi. Sektor pertanian tahun 2006 diperkirakan tumbuh 4,94% atau sedikit menurun dibandingkan 2005 sebesar 5,07%. Sementara itu sektor jasa dan angkutan dan komunikasi mengalami pertumbuhan masing-masing 6,85% dan 4,53%. ''Pertumbuhan sektor jasa ini dipengaruhi meningkatnya pengeluaran Pemda terutama dalam bentuk pembelanjaan untuk penyelenggaraan pemerintahan,''katanya. Untuk pertumbuhan sektor angkutan dan komunikasi, terutama didorong oleh meningkatnya penggunaan jasa layanan telekomunikasi nirkabel. Klaten Positif Menyinggung pertumbuhan di daerah gempa Klaten, meskipun cukup parah, pertumbuhan ekonominya cukup positif, yakni sebesar 1,17%. Namun bila dibandingkan tahun 2005, angka itu mengalami penurunan. Tahun 2005 pertumbuhannya 3,25%. Melambatnya perekonomian akibat kontraksi pada lima sektor ekonomi tersebut dapat sedikit diredam oleh pertumbuhan sektor perdagangan, hotel dan restauran. Sektor ini pada 2006 tumbuh 7,10% jauh lebih tinggi dibandingkan tahun 2005 yang mencapai 2,90%. Pada pertanian, meskipun pertumbuhannya tidak setinggi 2005 sebesar 13,44%, pada 2006 masih tumbuh 8,36%. (bt-59) |