| Sabtu, 30 Desember 2006 | EKONOMI |
Jaringan Pemasaran PT Semen Gresik di Luar Jawa (1)Tukang Batu Asal Jawa Dongkrak PenjualanSemen poduksi PT Semen Gresik (PT SG) Tbk tak hanya kokoh dan tak tertandingi di Pulau Jawa. Di Kalimantan pemasaran semen ini cukup baik dibanding semen produksi pabrikan lainnya. Berikut laporan wartawan Suara Merdeka Ainurrohim yang mengikuti press tour perusahaan tersebut, baru-baru ini Di Kalimantan Selatan, market share semen Gresik mencapai 50% lebih. Posisi kedua ditempati semen Tonasa Makassar-Semen Gresik Group-dan posisi ketiga oleh semen Tiga Roda Jakarta. Manajer Area PT SG Wilayah Kalsel dan Kalteng, Mudji Kurniawang menyatakan, per bulan penjualan semen Gresik di Kalsel mencapai 12 ribu hingga 15 ribu ton. "Brand image semen Gresik di sini sangat baik. Walau harganya paling tinggi dibanding semen produksi pabrikan lain penjualannya terus meningkat," kata Mudji yang asli Tegal ini. Pasaran semen di Kalsel dikuasai kelompok PT Semen Gresik Group. Banyak faktor yang menyebabkan semen Gresik mendapat tempat di hati konsumen semen di daerah ini. Selain brand image-nya bagus, di Kalsel sangat banyak perantau dari Pulau Jawa. Para perantau ini ada yang telah menjadi warga setempat maupun penduduk musiman. Penduduk musiman ini umumnya berprofesi sebagai tukang. "Tingginya penjualan semen Gresik di sini dibantu banyaknya tukang batu asal Pulau Jawa yang bekerja di bidang properti dan infrastruktur," ungkap Alfonsius dan Gunawan Wibisono, distributor PT SG di Kalsel. Tukang batu dari Pulau Jawa ini telah lama bersosialisasi dengan semen Gresik. Karena itu, ketika mereka diminta menggarap rumah atau jenis bangunan lainnya milik warga setempat, biasanya mengarahkan pemilik rumah untuk memakai semen Gresik. "Apalagi kalau yang membangun rumah itu warga asal Pulau Jawa, boleh dikatakan 99% pasti memakai semen Gresik," ungkap Gunawan Wibisono. Semen Gresik juga sudah lama masuk ke Kalsel. Tak dibutuhkan proses sosialisasi yang lama dan promosi mahal untuk mengerek angka penjualan. Mudji mengemukakan, angka penjualan terendah semen Gresik di Kalsel sekitar 12 ribu ton per bulan. Tertinggi antara 15 ribu ton hingga 20 ribu ton. Sebagai pemimpin pasar semen di Kalsel, harga semen Gresik lebih mahal dibanding semen Tonasa dan semen Tiga Roda. Perbedaan harga antara semen Gresik dengan semen Tonasa (semen dengan tingkat harga paling rendah di Kalsel) mencapai Rp 3.000 per sak ukuran 50 kilogram. Di tingkat pengecer, harga semen Gresik per sak Rp 39.000 hingga Rp 40.000 per sak. Sedangkan semen Tonasa Rp 36.000 hingga Rp 37.000 per sak. Struktur harga semen tertinggi dan terendah dinilai tak kondusif bagi pemasaran semen Gresik di masa depan. Gunawan dan Alfonsius menyatakan, seharusnya perbedaan harga paling tinggi antara semen Gresik dengan semen Tonasa sebesar Rp 1.000 per sak. Kalau ada perubahan harga semen Gresik dikhawatirkan posisi pemimpin pasar semen di Kalsel oleh semen Gresik tergantikan semen produksi pabrik lainnya. "Sekitar sebulan lalu para distributor semen Gresik di Kalsel telah mengirimkan surat kepada manajemen PT SG. Isinya, agar harga semen Gresik di Kalsel diturunkan, sehingga perbedaan harganya dengan semen Tonasa tak terlalu jauh," kata Alfonsius. (59) |