| Sabtu, 30 Desember 2006 | BUDAYA |
Pamer Lukisan di Kamar GantiBANYAK lukisan dengan aneka ragam membuat pameran seni rupa "Rame-rame" memperoleh bermakna sebenarnya. Keterlibatan banyak perupa yang memajang karya juga menggambarkan keramaian itu. Tercatat 31 pelukis dan enam pematung memamerkan karya mereka di Stadion Joyokusumo, Pati, Rabu-Jumat (27-29/12). Lukisan sekelompok kuda berlari atau perempuan penari Bali bersanding dengan lukisan buah-buahan. Lukisan-lukisan itu bersanding pula dengan karya bernapas kontemporer yang meninggalkan bentuk realis. Karya krayon Rizky Dewi Kencana yang berusia lima tahun terpajang bersama karya pelukis senior Djoko Wahyono. Beberapa pelukis dari Pati yang sering berpameran di berbagai kota juga ikut serta pada pameran yang diadakan Dewan Kesenian Pati itu. Misalnya, Erry Nurbaya, Putut Puspito Edi, Imam Tohari, dan Susilo. Karya Lama Lukisan realis dipisah dari karya kontemporer. Penyelenggara memanfaatkan dua ruang, dua lorong, serta bagian utama ruang ganti pemain untuk memajang semua karya. Ruang ganti pemain di stadion itu jarang dimanfaatkan, karena Persatuan Sepak Bola Pati tidak aktif. Susilo, pengurus DKP, menuturkan pameran itu dibuka untuk semua perupa. "Kami tak membatasi pada aliran tertentu." Cuma setiap peserta dibatasi memajang maksimal dua karya. Namun sebagian besar karya itu adalah karya lama. Karya-karya itu sudah kerap dipajang di berbagai pameran di Semarang atau Solo. Kurator Dahara Gallery Semarang, Mahmoud el Qadry, menyatakan senang melihat antusiasme perupa di Pati. "Di sini kita bisa melihat perupa yang masih muda, tetapi mampu menghasilkan karya cukup bernas. Merekalah yang bakal jadi masa depan Pati," ujarnya. (Adhitia Armitrianto-53) |