| Sabtu, 30 Desember 2006 | BANYUMAS |
Perupa Tiga Kabupaten Pameran Tutup TahunTIGA BELAS perupa dari tiga kabupaten siap memecahkan rekor melukis bersama selama satu tahun lamanya. Para perupa itu adalah Kusnarno (Purbalingga), Nuridris, Agus S (Banjarnegara), Siska Budi Hartono, Pamuji, Dinda Kusminar, Pono, Medi dan Wanto (Banyumas). Waktu akan dihitung mulai tahun 2006 hingga 2007 mendatang. Namun jangan terburu kagum pada betapa besar energi berkesenian yang bakal dicurahkan para perupa. Pasalnya, ungkapan melukis selama satu tahun itu hanyalah seloroh. Sejatinya perhelatan melukis bersama yang digelar di Pendapa Mandala Wisata, Gerbang Baturraden itu dimulai hari Minggu malam, 31 Desember 2006 dan berakhir Senin dinihari, 1 Januari 2007. Upacara pergantian kalender gaya perupa itu menjadi salah satu puncak acara dari ''Bursa dan Pameran Lukis'' yang diawali Minggu, 24 Desember silam dan baru akan usai Sabtu, 6 Januari mendatang. Tidak kurang dari 55 lukisan dari beragam aliran serta media turut dalam ajang itu. Bursa Lukisan Ketua Penyelenggara, Siska Budi Hartono mengatakan, pameran terbuka bagi siapa saja. Perupa junior maupun senior, ragam aliran dan ragam media memang sengaja ditampilkan. ''Karena sebagai pameran, ada tujuan apresiasi sehingga sebisa mungkin mengangkat semakin beragam jenis seni lukis,'' jelasnya. Perupa Pamuji menyebut, selain pameran juga diadakan bursa lukisan. Karena itulah, lokasi acara sengaja berada di jalur wisatawan. ''Ini cara seniman mendekat pada penikmat lukisan dari luar daerah maupun mancanegara,'' katanya. Harga berkisar antara Rp 100 ribu - Rp 1,5 juta. Selain cat minyak, perupa juga menggunakan pensil, cat air dan crayon. Ajang dibuka saban hari sejak pukul 09.00 hingga 21.00. ''Tapi kemarin saja sebelum ajang dibuka, turis asing sudah datang dan membeli lukisan,'' terangnya. Acara itu, bagi perupa Dinda Kusminar, menjadi pelengkap berbagai pameran yang sudah digelar sepanjang 2006. ''Dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, pameran lukisan kali ini lebih hidup. Sementara komunitas perupa juga tumbuh, seperti para perupa muda yang tergabung dalam Sketsa,'' paparnya.(Sigit Harsanto-36) |