logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 28 Desember 2006 PANTURA
Line

Distributor : Penjualan Pupuk Sesuai HET

BREBES - Sejumlah pengecer dan distributor pupuk di Brebes mengaku telah menjual pupuk sesuai harga eceran tertinggi (HET). Padahal, hasil sidak Wakil Komisi IV DPR-RI, Ir Suswono, Selasa (26/12), diketahui hampir seluruh distributor dan pengecer di Brebes telah menjual pupuk di atas harga eceran tertinggi (HET).

Salah seorang distributor pupuk di Kecamatan Kersana, Yeye (40), mengatakan, sesuai aturan, penetapan HET sebesar Rp 60.000/ kantong atau Rp 1.200/ kilogram. Harga tersebut diberlakukan hingga tingkat pengecer.

Bahkan, sampai pengecer harganya lebih rendah dari HET. Selain itu, apabila distributor berani bermain curang, sanksi yang diberikan produsen sangat berat. Yaitu, berupa pencabutan izin usaha.

"Selama ini kami menjual pupuk sudah sesuai aturan. Kami tidak berani mengambil risiko jika melanggar, karena izin usaha bisa dicabut," ujarnya. Menurut dia, munculnya penemuan harga pupuk di atas HET tersebut dimungkinkan pada pengecer tidak resmi dan di luar pengecer yang menjadi penyalur.

Ongkos Angkut

Seorang pengecer pupuk di Desa Klampok, Kecamatan Wanasari, Purnomo (50) mengatakan, hingga saat ini pihaknya menjual pupuk ke petani Rp 1.200/ kilogram.

Sebab, harga pupuk yang dibeli dari distributor masih di bawah HET, sehingga memiliki sisa. Namun demikian, dia mengakui adanya pengecer atau distributor yang menjual pupuk di atas HET.

Hal tersebut terpaksa dilakukan karena dipengaruhi ongkos angkut dan bongkar yang semakin mahal. Selain itu, kondisi tersebut bisa terjadi juga karena kebutuhan pupuk dari distributor tidak terpenuhi. Akibatnya, pengecer terpaksa membeli pupuk di luar distributor dengan harga tinggi. "Sampai saat ini, saya menjual pupuk sesuai HET. Tetapi, tidak dipungkiri ada juga pengecer yang menjual di atas HET," ujarnya. (bs-61)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA