| Kamis, 28 Desember 2006 | PANTURA |
Romi Raih Penghargaan UnescoBatiknya Jadi Hadiah Ulang Tahun Raja ThailandKAJEN - Satu lagi prestasi ditorehkan oleh perajin batik dari Kabupaten Pekalongan. M Romi Oktabirawa, pemilik Batik Wirokuto, Wiradesa, Pekalongan meraih penghargaan sebagai salah satu produk handicraft yang bagus dan memuaskan dari Regional Advisor for Culture Asia and the Pasific, salah satu lembaga di bawah naungan Unesco, PBB. Batik Wirokuto adalah satu dari tujuh produk handycraft di Indonesia yang berhasil meraih predikat seal of excellence for handicraft 2006 in East Asia bersama 129 perajin lain di Asia Tenggara. '' Saya langsung datang ke Thailand untuk menerima award tersebut awal Desember lalu dan diikutkan dalam pameran internasional yaitu Asean Arts and Craft Festival 2006, '' tuturnya. Berkualitas International Produk batiknya, kata Romi, dinilai telah memenuhi standar sebagai barang berkualitas internasional, yaitu bagus, otentik, inovatif, ramah lingkungan dan terbuka. '' Produk saya juga dijadikan sebagai salah satu hadiah untuk ulang tahun raja Thailand, '' tandasnya. Atas prestasi itu, Romi telah ditawari beberapa pihak di Thailand agar menetap dan membuat batik di sana. '' Saya akan dibuatkan pabrik batik dan digaji tinggi, namun saya masih menolak karena tak mau menjual budaya Indonesia, '' tegasnya. Batik, bagi Romi bukan sekedar produk untuk mencari uang. Namun merupakan budaya dan roh dari masyarakat Pekalongan dan Indonesia yang harus tetap dijaga. '' Membatik adalah kebutuhan batin yang harus kita lestarikan untuk penghidupan banyak orang, '' tutur Romi. Salah satu keberhasilan memenangkan award tersebut, karena penggunaan warna alam yang ramah lingkungan. Trend back to basic, lanjut dia, akan mendorong penggunaan warna-warna alam. (G16-61) |