| Kamis, 28 Desember 2006 | PANTURA |
Ditemukan, Pupuk Bersubsidi Ditimbun
SLAWI-Berdasarkan hasil inspesksi mendadak (sidak) yang dilakukan Wakil Ketua Komisi IV DPR Ir H Suswono MMA di Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal, Rabu kemarin ditemukan adanya penimbunan pupuk urea sekitar 2,5 ton. Harganya juga di atas harga eceran tertinggi (HET), yakni Rp 1.200/ kg. ''Sesuai mekanisme seharusnya pupuk bersubsidi itu dijual penyalur pupuk resmi, dan dilengakapi tanda perizinan. Namun, karena toko tersebut tidak memiliki izin resmi, tidak berhak mendapat pasokan dari distributor,'' ujar Suswono didampingi Mustofa dan Nuralim. Masing-masing anggota Fraksi PKS DPRD Kabupaten Tegal. Akan Ditelusuri Dia menilai status toko tersebut adalah penimbun pupuk, sebab bukan penyalur, tetapi mendapat stok dari distributor. ''Harga di Kabupaten Tegal cukup mahal, yakni berkisar antara Rp 65.000 dan Rp 70.000/sak isi 50 kg,'' jelasnya. Untuk itu, kata dia, pihaknya akan menelusuri penyebabnya. Siapapun yang terlibat harus ditindak. ''Komisi IV menjamin harga pupuk tidak akan mengalami kenaikan paling tidak sampai April 2007 mendatang. Kami akan mengusulkan alokasi tambahan Rp1,7 triliun,'' tegasnya. Pemilik toko H Bun membantah tudingan sebagai penimbunan pupuk. Dia mengaku sebenarnya mempunyai izin resmi yang dikeluarkan Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Tegal. Namun, izin tersebut belum dipasang.(H3) |