logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 28 Desember 2006 OLAHRAGA
Line

BLI Diminta Tegas Sikapi Tuntutan Arema

JAKARTA-Badan Liga Indonesia (BLI) diminta tegas menyikapi tuntutan Arema yang meminta pemasangan logo salah satu produk sponsornya. Sikap lemah BLI diyakini menimbulkan preseden buruk di kemudian hari. Ketidaktegasan dinilai semakin menyulitkan mereka untuk memperoleh dukungan dari calon-calon sponsor.

Demikian dikemukakan Yunanto Ali dari Zentha Hitawasana, yang mewakili pihak Djarum Kudus dalam hubungan kemitraannya dengan BLI. Dia juga menilai Arema kurang bijaksana dengan mengajukan permintaan tersebut, karena akan menyulitkan posisi BLI.

"Sekarang saja mereka sepertinya kesulitan memutuskan masalah itu," lanjut Yunanto, yang saat dihubungi tengah liburan akhir tahun di Bali.

Pihaknya sudah menerima laporan tentang adanya permintaan Arema untuk memasang logo salah satu produksi Bentoel. Zentha Hitawasana yang mewakili kepentingan Djarum sudah secara terbuka pula mengharapkan pengelola kompetisi bersikap tegas. "Proteksi terhadap sponsor utama itu sudah ada aturannya. Di FIFA juga aturannya sudah jelas," tuturnya.

Bosan

Yunanto menarik nafas panjang ketika kepadanya disinggung kembali tentang kemungkinan kesebelasan yang bermarkas di Malang itu mundur dari pergelaran kompetisi Liga Djarum Indonesia 2007, jika permintaannya tidak dipenuhi oleh BLI. Menurut dia, apa yang dialami oleh BLI sekarang tak terlepas dari persoalan serupa jelang musim kompetisi 2006.

"Waktu itu kalau PSSI bisa menyelesaikan persoalannya secara tuntas, hal seperti ini tidak akan terjadi. Masalah sekarang sebenarnya sama saja dengan yang lalu, jadi bosan kita mendengar atau membacanya di koran. Kok ya gini-gini terus," paparnya.

Sementara itu, pihak Arema masih terus mempersoalkan tidak diperbolehkannya pemasangan logo X-Mild. Mereka juga menegaskan sangat serius untuk mengundurkan diri dari Liga Djarum Indonesia 2007 jika permintaannya tidak dipenuhi.

BLI sejauh ini masih memperlihatkan sikap protektifnya terhadap kepentingan Djarum sebagai sponsor utama Liga Indonesia 2007, dengan melarang manajemen tim Singo Edan memasang logo dari salah satu produk sponsor yang menjadi kompetitor Djarum itu.

Namun demikian, keseriusan ancaman mundur dari Arema di satu sisi tampaknya juga memusingkan BLI. "Ah, tak tahulah, pusing saya memikirkannya, " komentar Joko Driyono, manajer kompetisi BLI yang dihubungi terpisah kemarin.

Menurut dia, permasalahan Arema menjadi kewenangan Direktur BLI Andi Darussalam Tabusalla untuk menjawabnya. "Sudah ada job description-nya, saya mengurusi masalah yang ringan-ringan saja, misalnya jadwal, sementara Pak Andi menyelesaikan persoalan yang berat-berat, " seloroh Joko.(wgm-22)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA