logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 28 Desember 2006 OLAHRAGA
Line

Chrisjon Petinju Terbaik Kelas Bulu?

BILA kita membicarakan petinju atau para juara dunia di kelas bulu (57,1 kg), tentu akan banyak yang terkejut jika mengetahui Chrisjon -petinju asal Banjarnegara- ditempatkan sebagai petinju terbaik versi majalah fightnews. Mengapa Chrisjon yang terbaik?

Pertama, juara dunia versi WBA ini mampu mempertahankan gelarnya dua kali. Dia merangkai kemenangan angka atas Juan Manuel Marquez (Meksiko) dan Renant Acosta (Venezuela).

Sedangkan para juara dunia versi lain, seperti IBF, WBC dan WBO, justru tumbang dalam upaya mempertahankan gelarnya yang pertama. Memang kalau kualitas juara dunia hanya ''biasa-biasa saja'' akan gampang terpental dari singgasana dunia.

Hanya, dalam soal ini, kita tidak termasuk membicarakan kiprah Manny Pacquiao (Filipina), Erik Morales, dan Marco Antonio Barrera (keduanya dari Meksiko), yang pernah menjadi ''raja'' di kelas bulu dan memang mereka adalah yang terbaik.

Tapi, mereka kini telah naik ke kelas super bulu atau ringan yunior, dengan batas berat badan 58,9 kg. Jadi, tak tepat membandingkan ketiganya dengan Chrisjon.

Kita mulai dari juara dunia IBF, yang semula dipegang Fahprakov Rakyatgym (Thailand), namun dalam duel pertama mempertahankan gelar ia dihajar Valdemir Perreira (Brasil), Januari lalu.

Uniknya, Perreira juga harus mengakui keunggulan Erick Eiken (Amerika Serikat) dalam duel yang berlangsung di Boston, 13 Mei silam. Lebih payah lagi, Eiken yang mengemas rekor 16 kali menang (12 KO)-4-0, juga harus kehilangan gelar dunia IBF ketika baru kali pertama mempertahankan gelar. Dia ditaklukkan Roberto Querrero (AS).

Tragisnya Querrero, yang dilatih Joe Frazier (mantan juara dunia kelas berat angkatan Mohammad Ali) akhirnya harus menderita kalah angka mutlak saat menghadapi Orlando Salido. Salido bergaya fighter, mengemas rekor mengkilap 28 menang (18 KO)-9-1.

Keunikan

Beralih ke versi WBC. Ada keunikan tersendiri di badan tinju ini. Pasalnya, pada Januari lalu titel juara dipegang fighter bagus Korsel, In Jin-chi. Gelar Jin-chi sempat terlepas, meski akhirnya kini kembali menjadi miliknya. Takashi Koshimoto (Jepang) jawara WBC yang mengalahkan Jin-chi, terjungkal KO di ronde ke-7 diterkam Rodolfo Chavez (22) dari Meksiko. Rodolfo punya rekor 19 kali menang (13 KO)-2-0.

Tetapi Rodolfo Chavez (23) akhirnya harus ''mengembalikan'' gelar itu ke Jin-chi (33) dalam pertarungan mempertahankan gelar pertamanya di Seoul, Korsel 17 Desember lalu. Teknik bertarung Jin-chi sebenarnya tak terlalu istimewa, namun ia mempunyai fisik yang sangat kuat dan kini mempunyai rekor 31 kali menang (18 KO)-3-1.

Sedangkan juar dunia WBO Scott Harrison (Skotlandia) lebih banyak menghabiskan waktu di penjara. Tahun ini, dia hanya naik ring sekali, 9 Desember lalu dengan menang angka atas Nicky Cook. Ia hanya bebas seminggu untuk melawan Cook, setelah Barry Hughes (manajer Harrison) membayar uang jaminan. Harrison meringkuk di penjara di Malaga (Spanyol) sejak 6 November, karena dituduh terlibat kekerasan dan pencurian.

Itu artinya, Chrisjon, yang tak terkalahkan dalam 38 kali duel (20 dengan KO)-0-1, lebih baik karena mampu mempertahankan gelarnya dalam beberapa pertarungan.

Dia akan kembali bertarung di Tenggarong 24 Februari mendatang dalam mandatory fight melawan Jose Cheo Rojaz (Venezuela) yang mengemas rekor 23 menang (15 KO)-5-1. Jika Chrisjon mampu mengalahkan Rojaz, tampaknya, sudah saatnya atlet kelahiran Banjarnegara 14 September 1980 ini bertarung di duel unifikasi WBA dan WBC atau IBF.

Dia harus membuktikan bahwa predikat terbaik itu memang pantas disandangnya. (Paulus Noor Mulia-40)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA