logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 28 Desember 2006 OLAHRAGA
Line

KONI Jateng Peringatkan Lima Pengda

SEMARANG- Hingga akhir 2006, KONI Jateng masih mencatat ada lima pengurus daerah (Pengda) cabang olahraga yang belum melaksanakan musyawarah daerah (Musda). Padahal cabang tersebut telah habis masa kepengurusannya pada 2006, bahkan jauh sebelum itu.

Wakabid Organisasi KONI Jateng Giri Dahono mengatakan, pihaknya akan melayangkan surat peringatan kepada lima pengda tersebut dan jika tidak ada tanggapan, KONI akan menjatuhkan sanksi organisasi. Lima pengda yang dimaksud adalah Federasi Karate Indonesia (Forki), Persatuan Olahraga Layar Indonesia (Porlasi), Squash Indonesia, Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (Ikasi), dan Persatuan Baseball dan Softball Indonesia (Perbassasi).

"Awal tahun depan kami akan peringatkan lima cabang itu. Jika dalam tujuh hari setelah surat peringatan tidak ada tanggapan, terpaksa kami akan melaporkan ke PB (Pengurus Besar) cabang yang bersangkutan bahwa cabang itu tidak aktif," tegas Giri.

Jika dinyatakan tidak aktif, lanjutnya, cabang tersebut tidak boleh mengikuti setiap kegiatan yang dilakukan PB. Ini berarti cabang-cabang itu dilarang mengikuti Pra-PON yang mulai digulirkan tahun depan.

"Sebenarnya sayang, sebab di antara lima cabang itu ada yang berpotensi meraih medali di PON, mislanya karate, layar, dan anggar. Karena itu, kami menghimbau kepada pengda cabang yang bersangkutan untuk segera melakukan musda paling lambat awal 2007," tambah politikus PDI-P Jateng itu.

Sebelumnya, pada 2006 ini ada 18 pengda yang telah habis masa kepengurusannya. Namun setelah diimbau dan diingatkan secara lisan maupun melalui surat oleh pada Februari silam, tinggal lima cabang yang belum melaksanakan musda.

Konflik Intern

Berdasarkan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga KONI, khususnya ART bab IV pasal 53.2 antara lain disebutkan, bila pengda masa baktinya telah berakhir lebih dari enam bulan atau belum dikukuhkan, pengda tersebut kehilangan haknya. Artinya, mereka tidak diperbolehkan mengikuti setiap dan seluruh kegiatan KONI Provinsi, dan seterusnya.

Selain pengda yang belum melakukan musda, KONI Jateng juga mencatat dua pengda yang kurang solid kepengurusannya yaitu balap sepeda (ISSI) dan sepatu roda (Perserosi). Meski telah dilakukan musda, kedua pengda tersebut terlibat konflik intern yang hingga kini belum terselesaikan.

Konflik sepatu roda yang terjadi sejak lama melibatkan klub Ikos dan Eagle Semarang.

Mereka saling berebut tempat latihan yang berakibat tidak bisa latihannya atlet pelatda jangka panjang dari salah satu klub.

Adapun konflik balap sepeda, terjadi perseteruan antara ketua harian dan komisi road and track yang berbuntut dilaporkannya ketua harian oleh komisi road and track ke KONI Jateng karena aset ISSI Jateng berpindah tangan ke provinsi lain. Hingga kini KONI belum mempertemukan kedua belah pihak yang bertikai itu untuk didamaikan.

"Kami juga berharap kedua pengda itu membenahi diri paling lambat awal tahun depan. Hal ini agar persiapan atlet tidak terganggu menjelang pelaksanaan Pra-PON," tandas Giri. (H32-40)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA