logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 28 Desember 2006 OLAHRAGA
Line

Tiffani Pecahkan Rekor Nasional

SOLO - Kejutan langsung terjadi pada hari pertama Kejuaraan Renang Antarperkumpulan Seluruh Indonesia (KRAPSI) ke-28 di kolam renang Tirtomoyo, Manahan, kemarin. Rekor nasional nomor 100 meter gaya punggung putri kelompok umur (KU) III nasional, dipecahkan Tiffani Sudarma.

Perenang asal klub CCT Jakarta yang pernah digembleng di Amerika Serikat (AS) itu mencatat waktu 1 menit 10,20 detik, melampaui rekor lama atas nama Meitri Widya Pangestika. Meitri sendiri mencatat waktu tercepat 1 menit 10,22 detik di Jepang, 13 September 1996. Selain memecahkan rekor, Tiffani sekaligus menggondol medali emas. Dua perenang pada nomor sama yang menyusul di belakangnya adalah Yessy V Yosaputra dari AQR Bandung dan Febriani Marita asal TH Magelang.

''Pemecahan rekor-rekor nasional lain sangat mungkin terjadi. Sebab, kompetisi antarpeserta sangat ketat, apalagi jumlah peserta sangat banyak. Ada 1.103 perenang. Tetapi prestasi yang diraih Tiffani memang luar biasa, karena sudah memecahkan rektor pada hari pertama,'' kata Komisi Teknik PB PRSI Eko Yuniriono di sela-sela perlombaan, siang kemarin.

Pada nomor 100 meter gaya punggung putri senior, perenang andalan TCS Semarang Shelomita belum terkalahkan. Shelomita juga berhasil menyabet emas dari nomor 100 meter gaya kupu-kupu putri, dibuntuti Dyah Ayu Rahmani dan Yunita Siswanto.

Tuan Rumah

Sementara perenang tuan rumah juga unjuk gigi. Renitya Yulius yang tampil dengan bendera ESG Solo sukses meraih emas di nomor 400 meter gaya bebas putri. Tetapi rekan se-klubnya Margaretha Herawati harus puas mendapat perunggu di nomor 100 meter gaya kupu-kupu putri.

Klub juara bertahan Hiu Surabaya masih menunjukkan dominasinya pada kejuaraan yang dibuka Ketua DPR RI Agung Laksono itu. Perenangnya berhasil menggondol dua emas dan satu perunggu atas nama Adinda SA di kelompk umur II 400 meter gaya bebas putri dengan catatan waktu 4 menit 51,52 detik.

Pada event tutup tahun 2006 itu, perenang - perenang pelatnas yang tampil belum terbendung. Harizal, Adinda SA Perwitasari, Albert C Sutanto dan Ramadyani Prabawitri, misalnya, masih unggul pada setiap nomor yang diterjuninya. Sayangnya, sederet atlet yang masuk pelatnas Indonesia Bangkit di AS, tidak bisa turut adu cepat pada kejuaraan tersebut.

Agung Laksono berharap agar kejuaraan-kejuaraan semacam itu lebih ditingkatkan intensitasnya guna mencetak atlet-atlet andal baru.

''Prestasi Indonesia tahun ini terpuruk, kita harus pikirkan bagaimana bangkit lagi,'' kata Agung yang pernah menjadi Menpora itu. Sementara Sekjen PB PRSI Ade Kardiman menjanjikan bonus bagi para atlet, pelatih, klub, dan provinsi yang membuat prestasi-prestasi spektakuler. (D11-40)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA