logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 28 Desember 2006 NASIONAL
Line

Jaringan Internet Asia Lumpuh

  • Gempa Taiwan Rusak Kabel Bawah Laut

SINGAPURA - Jaringan telekomunikasi di seluruh Asia terganggu Rabu kemarin, setelah gempa bumi di lepas pantai Taiwan merusak kabel-kabel serat optik di bawah laut. Kerusakan tersebut menyebabkan pelayanan internet lamban dan mengganggu transaksi finansial, khususnya bursa efek.

Bank-bank dan bisnis di seluruh kawasan itu melaporkan gangguan komunikasi, beberapa jaringan telepon terputus, dan akses internet sangat lamban.

Provider pelayanan dan pengatur jaringan Korea Selatan, KT Corp, mengatakan dalam pernyataannya bahwa enam kabel dasar laut rusak akibat gempa Selasa malam lalu di lepas pantai Taiwan.

''Sebanyak 27 pelanggan kami terkena dampaknya, termasuk bank-bank dan gereja,'' jelas juru bicara KT. ''Belum diketahui kapan kami bisa memulihkan pelayanan secara penuh.''

Bank-bank di Seoul menyatakan perdagangan mata uang asing terganggu. ''Perdagangan mata uang won Korea hampir mandek lantaran gangguan komunikasi,'' kata seorang dealer di salah satu bank domestik.

Beberapa kerusakan juga dilaporkan di bursa efek Tokyo namun sistem EBS yang menangani sebagian besar perdagangan dolar/yen tampaknya tidak terusik.

Perusahaan informasi global Reuters Group Plc menyatakan seluruh pengguna layanannya di Jepang dan Korea Selatan terkena dampaknya.

Seorang pedagang di bursa efek Tokyo mengatakan, ''Ada banyak mata uang yang diperdagangkan via Reuters dan mata uang seperti dolar Australia dan pound Inggris kini dalam situasi sangat lemah.''

Di China Normal

Di China, perdagangan mata uang dan tembaga tampaknya normal dan bursa efek dan saham Shanghai tetap beroperasi. Namun China Telecommunications Group, operator telepon terbesar negara itu dan induk China Telecom Corp., menjelaskan gempa tersebut memengaruhi jaringan dari China daratan sampai tempat-tempat lain, termasuk wilayah Taiwan, Amerika Serikat, dan Eropa. Banyak jaringan juga terputus. ''Koneksi internet sangat terganggu, saluran telepon dan jaringan bisnis juga terpengaruh,'' lanjutnya.

Para pejabat tidak bersedia memerinci lebih lanjut. ''Kabel komunikasi bawah laut rusak,'' kata pejabat kementerian komunikasi di Beijing.

Gempa utama, yang menurut Badan Prakiraan Cuaca Pusat Taiwan berkekuatan 6,7 dan 7,1 berdasar Survei Geologi AS, mengguncang lepas pantai selatan Taiwan pukul 19.26 Selasa lalu. Dua orang tewas akibat bencana alam itu.

Chunghwa Telecom Taiwan menyatakan dua dari empat kabel bawah laut di luar Taiwan terganggu. Kontak suara berkurang 40 persen dari kapasitas untuk wilayah Amerika Serikat dan hanya dua persen bagi sebagian besar kawasan Asia Tenggara.

KDDI Gorp., perusahaan telekomunikasi terbesar kedua Jepang, mengatakan komunikasi di sepanjang kabel bawah laut di luar Jepang melewati Taiwan sebelum mencapai negara-negara Asia Tenggara. Namun menurut perusahaan itu, komunikasi tampaknya tidak akan putus sama sekali karena ada jaringan alternatif.

PCCW, provider telekomunikasi utama Hong Kong, menyatakan beberapa kabel bawah laut yang ikut dimilikinya rusak. ''Transfer data berkurang separo kecepatannya,'' kata seorang juru bicara.

Baik Singapore Telecommunications (SingTel), perusahaan telepon utama Asia Tenggara, maupun rivalnya StarHub Ltd., menyatakan para pelanggannya mengeluh akses ke internetnya lamban.

Namun SingTel menjelaskan jaringannya telah dialihkan dan perbaikan tengah dilakukan. Perusahaan itu menambahkan, ''Kabel bawah laut kami yang dihubungkan ke Eropa dan Amerika Serikat tidak terganggu.''(rtr-niek-26)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA