| Kamis, 28 Desember 2006 | EKONOMI |
sekilas ekonomiProduk Elektronik Rekondisi MarakSEMARANG-Produk elektronik rekondisi banyak dipasarkan di Semarang. Dengan harga jual murah, produk yang memiliki kondisi komponen lama, namun dikemas lagi mempengaruhi pasar elektronik. Hal ini diketahui dengan banyaknya pemasok elektronik rekondisi yang menawarkan ke berbagai toko elektronik tiga bulan terakhir. Gouw Andy Siswanto, Managing Director Global Electronic, mengatakan, keberadaan produk rekondisi justru merusak citra pasar elektronik. Ciri-ciri yang terlihat jelas, yakni merek produk itu tidak begitu dikenal dan harganya di bawah pasaran. Ia menyebutkan contoh televisi low end 14 inch yang harga normalnya Rp 1,5 juta, maka televisi rekondisi dengan ukuran serupa bisa didapatkan Rp 1,3 juta. Bahkan ada pula barang elektronik yang harganya lebih murah 50% dari harga normal pasaran. ''Selain itu, produsennya tidak jelas, tidak memiliki layanan purna jual sehingga menyulitkan untuk service dan mencari suku cadang,'' katanya Rabu (27/12). Meski demikian, nyatanya produk elektronik rekondisi ini laku di pasaran. Faktor pendorongnya, daya beli masyarakat yang rendah. Harga masih menjadi bahan pertimbangan konsumen saat membeli produk di pasaran. (H22-33) IHSG Ukir Prestasi di 1.800 JAKARTA-Sehari menjelang penutupan perdagangan saham 2006, lantai bursa disemarakkan aksi beli saham unggulan, yang membawa indeks ke level tertingginya sepanjang sejarah. Pada penutupan perdagangan Rabu (27/12), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 19,285 poin (1,08%) pada level 1.803,264. Meski minim sentimen positif, investor terlihat melakukan window dressing untuk memperbaiki portofolio investasi sahamnya di tahun 2006. Pelepasan 17,79 persen saham CMNP milik Jasa Marga menjadi pelecut maraknya lagi perdagangan saham. Investor berburu membeli saham infrastruktur ini, karena prospek bisnis infrastruktur 2007 yang bakal bergairah. "Pembelian saham kali ini lebih banyak oleh investor lokal," kata analis dari Sinarmas Sekuritas, Alfiansyah, Rabu (27/12). (ant-33) Hasil Divestasi Saham Jasa Marga JAKARTA-PT Jasa Marga berhasil melepas saham PT Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP) Tbk sebesar 271.186.000 saham melalui mekanisme bookbuilding. Proses bookbuilding dimulai setelah penutupan perdagangan sesi II, 26 Desember 2006 dan diselesaikan Rabu (27/12) pukul12.00 dengan kisaran harga penawaran antara Rp 1.425-Rp 1.775. Demikian dikatakan Okke Merlina, Sekretaris Perusahaan Jasa Marga kemarin. Permintaan yang masuk melalui proses ini mengalami oversubscribe yang cukup tinggi. Harga final divestasi Rp 1.770 atau 21,23% di atas harga penutupan 26 Desember Rp 1.460. ''Untuk pelaksanaan divestasi tersebut, PT Mandiri Sekuritas bertindak sebagai koordinator penjualan dan atau broker,'' katanya. Dikatakan, mengingat adanya batasan dari kreditor atas penjualan aset dan harga penjualan sebesar Rp 1.770, maka jumlah saham yang dapat dijual sebesar Rp 13,56% dari total kepemilikan awal 17,79%. ''Hasil divestasi digunakan untuk meningkatkan modal perseroan dan dimanfaatkan untuk pengembangan usaha perseroan,'' harapnya.(bn-33) 2 Deputi Gubernur BI Akan Dilantik JAKARTA-Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah menandatangani Keppres pengangkatan dua Deputi Gubernur BI baru, yakni Budi Rochadi dan Muliaman D Hadad. Rencananya, dua deputi baru itu akan dilantik sebelum 31 Desember. "Pagi ini Presiden telah menandatangani Keppres tentang pemberhentian dengan hormat dari jabatannya sebagai Deputi Gubernur BI Maulana Ibrahim dan Maman Soemantri," jelas Mensesneg Yusril Ihza Mahendra dalam konferensi pers di kantor Presiden, Jakarta, Rabu (27/12). Presiden juga menandatangani Keppres tentang pengangkatan sesuai jabatannya Budi Rochadi sebagai Deputi Gubernur BI bidang sistem pembayaran dan peredaran uang dan Muliaman D Hadad sebagai Deputi Gubernur BI bidang Kebijakan Perbankan dan Stabilitas Sistem Keuangan. Rencananya, Keppres tersebut akan diserahkan pada Gubernur BI Burhanuddin Abdullah hari ini. Sehingga sebelum batas waktu, pelantikan dua pejabat baru BI itu sudah bisa dilaksanakan. (dtc-33) |