logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 27 Desember 2006 PANTURA
Line

Darmanto, Penjual Terompet Asal Wonogiri

Tiap Tahun Baru Selalu Datang ke Pekalongan

UNTUK mencukupi kebutuhan keluarganya agar dapur tetap ngebul, kadang seseorang perlu mendapatkan tambahan penghasilan. Untuk mendapatkan tambahan tersebut, mereka harus memiliki pekerjaan sampingan, bukan hanya mengandalkan pekerjaan tetapnya. Seperti yang dilakukan oleh Darmanto (29), seorang buruh di Jakarta yang satu minggu lalu tinggal di Kota Pekalongan.

Warga asli Wonogiri itu menuturkan, setiap tahun, tepatnya menjelang perayaan Tahun Baru, dirinya memang selalu datang ke Kota Batik. Tujuannya untuk berjualan terompet bersama puluhan teman satu daerahnya.

''Sudah tiga tahun saya berjualan terompet di sini dan hasilnya cukup lumayan untuk tambahan penghasilan,'' ujar dia kepada Suara Merdeka, kemarin.

Bagaimana untuk tahun ini, apakah bisa mendapatkan keuntungan besar? Sambil tersenyum, ayah satu putra itu mengatakan, belum bisa memperkirakannya. Sebab, sampai sekarang minat masyarakat untuk membeli barang dagangannya belum begitu banyak. Kemungkinan, tutur dia, sekitar dua hari sebelum perayaan Tahun Baru berlangsung, dagangannya akan ramai dikunjungi pembeli.

''Biasanya seperti itu, namun saya belum tahu apakah akan seramai tahun lalu atau tidak,'' jelas salah satu pedagang terompet yang sering mangkal di alun-alun Kota Pekalongan itu.

Lebih jauh Darmanto mengungkapkan, harga terompet yang dijualnya paling mahal Rp 10.000, yaitu bentuknya seperti terompet yang dipakai pemusik.

Adapun untuk jenis terompet lainnya harganya berkisar Rp 2.000-Rp 7.500. Namun, jika pembeli mau menawarnya, dia akan menurunkan harganya. ''Hari-hari seperti ini, barang yang laku sekitar 10 terompet setiap harinya,'' paparnya.

Ditambahkannya, sebelum ngetem di alun-alun, biasanya sejak pukul 06.00 dia berkeliling terlebih dahulu ke kampung-kampung sampai pukul 10.00. Selanjutnya, Darmanto menuju ke tempat mangkalnya untuk menunggu pembeli hingga malam hari sebab saat itu suasana di alun-alun mulai ramai. (Moch Achid Nugroho-70)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA