| Rabu, 27 Desember 2006 | NASIONAL |
SOSOKMenghina Logika
SEBAGAI salah seorang penulis senior di Indonesia, Arswendo Atmowiloto mempunyai keprihatinan yang mendalam terhadap banyaknya film televisi dan bioskop yang berangkat dari skenario yang meminggirkan logika sehat. Untuk itulah ketika ditunjuk sebagai Ketua Dewan Juri Lomba Penulisan Skenario Film Cerita 2006 dia menyatakan antusiasmenya. Karena bagia dia, skenario adalah jantung cerita sebuah film. "Baik film tv maupun film layar lebar," katanya di Gedung Film, Jakarta, belum lama ini. Untuk itulah, menurut dia, menjadi sangat mudah bagi seorang penulis skenario untuk menjadi sutradara atau bahkan produser sebuah film. "Contohnya saya". Karena, imbuh dia, belum tentu seorang sutradara dapat menjadi seorang penulis skenario, apalagi seorang produser. Selain itu, skenario adalah ide dasar atau gagasan yang harus menjadi pijakan semua komponen film untuk merampungkan kerja besar dan maratonnyas. Untuk itulah skenario yang menjunjung harkat dan martabat manusia dan teristimewa mengangkat permasalahan-permasalahan kemanusiaan, cenderung akan menghasilkan film yang luar biasa. "Jadi, jangan membuat skenario yang menghina logika". (Benny Benke-64). | ||||