Nasional
Rabu, 27 Desember 2006 : 17.04 WIB
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Kerugian Penutupan Tol Porong Rp 5,1 M/Hari
Surabaya, CyberNews. Terputusnya jalur tol Porong-Gempol pascagenangan lumpur 22 November lalu telah menyebabkan kerugian bagi pengguna jalan mencapai Rp 5,1 miliar per hari.

Data itu disampaikan Dinas PU Bina Marga yang dilaporkan Gubernur Jawa Timur Imam Utomo ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Rabu (27/12) siang di Istana Negara, namun dalam laporan tidak dibeberkan siapa saja yang dirugikan akibat penutupan tol.

"Sebelum tol di tutup arus barang dan jasa bisa lancar. Tetapi, sejak tol ditutup total, bahkan sekarang diputus, arus barang dan jasa menjadi stagnan. Bahkan, investasi juga banyak yang batal," Kabid Prasarana Jalan PU Bina Marga Jatim, Supaad.

Sejak terjadinya ledakan pipa gas di KM 38.200, jalan tol tidak bisa dilewati lagi. Ledakan telah mengakibatkan melubernya lumpur dari kolam penampungan ke jalan tol. Tidak itu saja, jalan tol sendiri harus dibongkar karena pondasinya telah ambles 17 cm.

Dia mengatakan pengguna jalan yang memanfaatkan tol tercatat sekitar 39 ribu kendaraan/hari tetapi, sejak tol ditutup mereka sekarang beralih ke jalan nasional yang ada di sekitar Porong sehingga 39 ribu kendaraan sekarang memadati jalan raya Porong.

Karena daya tampungnya tidak mumpuni, maka kemacetan luar biasa menjadi pemandangan sehari-hari di ruas Raya Porong. Akibat kemacetan inilah arus distribusi barang dan jasa dari Surabaya ke wilayah Jatim bagian selatan dan timur menjadi terhambat, begitu juga sebaliknya.

"Disinilah terjadi potensial lossing nilai jasa dan barang, yang nilainya kurang lebih Rp5,1 miliar. Angka ini tidak termasuk kerugian immateriil yang tentunya juga memiliki nilai tersendiri," paparnya.

Guna mengantisipasi semakin panjangnya tingkat kerugian, sejumlah program pelebaran jalan dan pembuatan jalan tol baru, kini sudah dimulai. Bahkan, tahun 2006 ini telah dikucurkan dana APBN Rp6,3 miliar untuk pelebaran jalan di kawasan Porong, yang beberapa diantaranya sudah selesai.

Dana itu diantaranya Rp5 miliar untuk pelebaran ruas Siring-Porong sepanjang 1,3 KM, pelebaran pertigaan Kejapanan-Mojosari dengan dana Rp600 juta dan pembenahan bundaran Apollo seharga Rp700 juta. "Pelebaran Siring-Porong sudah. Dua proyek lainnya masih diselesaikan," katanya.

Tahun 2007 nanti, lanjut Supaad, akan dilakukan empat proyek penunjang jalan yaitu peningkatan jalan Gempol-Mojosari sepanjang 4 KM dengan dana Rp24,6 miliar, jalan Mojosari-Krian sepanjang 13 KM dananya Rp95,6 miliar, overlay Krian-Taman-Waru Rp24,6 miliar dan overlay Mojosari-Mojokerto dan overlay Mlirip-Krian dananya Rp60 miliar.

"Tahun 2008 akan dilanjutkan dengan pelebaran jalan Mojosari-Mojokerto dan Mlirip-Krian dari dua lajur menjadi empat lajur, investasinya Rp55 miliar. Semuanya, akan dicover dengan dana APBN," katanya.

Dia mengatakan relokasi jalan tol Porong-Gempol senilai Rp849 miliar dan relokasi jalan Siring-Porong sepanjang 7,5 KM dengan dana Rp320 miliar, akan dilakukan tahun 2008.

Sementara itu proyek pembongkaran fly over tol di atas Raya Porong, hingga kemarin, masih tahap pembongkaran pengaman jalan di atas jalan tol. Sedangkan arus lalin di atas Raya Porong di bawah fly over tol belum ditutup.

( ant/cn05 )
  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA All rights reserved. No reproduction or republication without written permission