logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 27 Desember 2006 NASIONAL
Line

12.210 Jiwa Mengungsi

  • Luberan Lumpur Panas Lapindo

SURABAYA - Satu pergi yang lain datang. Itu gambaran kondisi lokasi pengungsian luberan lumpur panas PT Lapindo Brantas di Pasar Baru Porong. Jumlah pengungsi di lokasi ini makin membeludak.

Hingga hari Selasa (26/12), jumlah pengungsi di Pasar Baru dan lokasi lainnya makin banyak. Diperkirakan, jumlah pengungsi itu bakal bertambah jika Timnas Penanggulangan Lumpur Porong tak berhasil membuang lumpur ke laut melalui Kali Porong.

Dengan demikian, semburan lumpur panas terus merambah kawasan permukiman dan lahan pertanian penduduk. Data kemarin petang menunjukkan, jumlah pengungsi secara keseluruhan mencapai 3.492 keluarga atau 12.210 jiwa.

Padahal, menjelang Lebaran lalu, di Pasar Baru Porong relatif bersih pengungsi, karena mereka telah diberikan uang kontrak rumah selama dua tahun Rp 5 juta dan uang lauk-pauk per bulan Rp 300.000 per jiwa.

Rincian warga yang mengungsi di Pasar Baru Porong berasal dari Desa Renokenongo sebanyak 513 keluarga atau 1.769 jiwa, warga Desa Kedungbendo sebanyak 2.859 keluarga atau 10.009 jiwa. Selain itu, ada warga Desa Kedungbendo yang mengungsi di BPSI Dinsos Jatim sebanyak 25 keluarga atau 79 jiwa dan warga Desa Ketapang yang mengungsi di balai desa setempat sebanyak 95 KK atau 353 jiwa.

Perkiraan jumlah pengungsi makin membeludak didasarkan pada kenyataan bahwa luberan lumpur makin meluas. Kini, luberan lumpur panas mulai masuk ke Desa Gempolsari, Kecamatan Porong.

Meski belum masuk ke perumahan warga, luberan lumpur telah memasuki areal persawahan milik warga Desa Gempolsari. Areal pertanian yang diterjang lumpur panas berjarak sekitar dua kilometer dari pusat semburan lumpur panas.

Warga Desa Gempolsari, Porong telah sia-siap mengungsi jika banjir lumpur panas datang. "Walau ada tanggul setinggi satu meter tetap saja tidak kuat menahan lumpur, akibatnya lumpur meluber sampai ke persawahan warga," ujar Wahidin, warga Desa Gempolsari, dibenarkan warga lainnya.

Timnas sedang membuat tanggul pembatas baru di bagian selatan Desa Gempolsari untuk menahan laju lumpur yang terus masuk persawahan warga.

Jembatan Dibongkar

Di sisi lain, proses pembongkaran jembatan layang Porong telah memasuki tahap persiapan. Direncanakan, pada Rabu (27/12), jembatan yang terbentang di jalan raya Porong itu bakal dibongkar.

Kenyataan di lapangan menunjukkan, pilar pembatas di atas jembatan mulai dicabuti.

Pimpinan Proyek Pembongkaran Jembatan Layang Porong, Zainal Arifin Ja'far menyatakan, diusahakan ketika jembatan itu dibongkar, tak ada penutupan jalan raya Porong. Arus lalu lintas tetap berjalan seperti biasa dengan cara dibuat jalan alternatif.

Pernyataan Zainal secara tak langsung dibenarkan Juru Bicara Timnas, Rudi Novrianto. "Kegiatan pembongkaran jembatan layang Porong itu tetap diupayakan tidak mengganggu arus lalu lintas di jalan raya Porong," katanya.

Timnas bekerja sama dengan pihak terkait membangun jalur alternatif bagi kendaraan dari arah utara maupun selatan.

Hal ini dilakukan demi kelancaran pembongkaran jembatan layang Porong dan pembebasan jalan raya Porong dari segala aktivitas kendaraan.

"Dalam waktu dua hari ini, pembuatan jalan alternatif memanfaatkan oprit bagian barat jembatan dimulai. Setelah itu selesai baru dilakukan pembongkaran jembatan tol, dan yang kita bongkar itu hanya bagian jembatan yang melintas di atas jalan raya Porong," tambahnya.(G14-60)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA