logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 27 Desember 2006 NASIONAL
Line

Jumlah Korban Banjir di Aceh Simpang Siur


MENJADI MONUMEN: Sebuah kapal yang terempas gelombang tsunami dua tahun lalu masih berada di atas rumah di kawasan Aceh Besar, Selasa (26/12). Kapal tersebut kini menjadi monumen peringatan dua tahun bencana tsunami. (57)

BANDA ACEH- Jumlah korban meninggal dunia akibat banjir bandang di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) hingga kini masih simpangsiur.

Informasi yang diperoleh dari sumber resmi Satlak PMI Aceh Tamiang, Selasa malam, menyebutkan, jumlah korban meninggal dan mayatnya sudah ditemukan mencapai 45 orang dari berbagai lokasi banjir di daerah itu.

Sementara staf Humas Pemkab Aceh Tamiang, Nasir Musa, menyatakan berdasarkan informasi yang diperoleh dari berbagai sumber masyarakat menyebutkan sedikitnya 500 orang tewas di kawasan Pulo Tiga.

"Informasi yang saya peroleh dari berbagai sumber masyarakat yang terpantau melalui radio komunikasi menyebutkan sedikitnya 500 warga di dua desa di Pulo Tiga, hingga kini dinyatakan hilang. Dari asumsi itu kuat dugaan mereka meninggal akibat banjir," tambahnya.

Sementara tim evakuasi dari berbagai satuan, termasuk TNI dan Polri serta SAR dan berbagai lembaga terus melakukan pencarian di berbagai lokasi. Namun masih banyak tempat yang belum bisa terjangkau karena masih terendam banjir.

Mulai Surut

Banjir bandang yang melanda pantai timur Provinsi NAD itu kini dilaporkan mulai surut. Transportasi dari Banda Aceh telah tembus sampai di Kuala Simpang, sedangkan jalur ke Medan masih lumpuh total.

"Sejak Senin (25/12) malam, arus kendaraan dari Banda Aceh telah dapat dilewati dengan ketinggian air di atas permukaan jalan tersisa sekitar 60 cm," kata M Nasir Yusuf, salah seorang warga Aceh Timur.

Beberapa hari lalu, transportasi darat dari Banda Aceh ke Langsa, ibukota Aceh Timur lama sekitar 436 km lumpuh total karena ruas jalan lintas Sumatera di kawasan Arakundo (Idi Cut) tergenang air hingga mencapai di atas satu meter.

"Selama tiga hari, tranportasi darat Banda Aceh-Kuala Simpang, ibukota Kabupaten Aceh Timur putus total karena sebagian badan jalan tertutup banjir dengan ketinggian di atas satu meter," tambah Nasir Yusuf.

Dia menuju Kuala Simpang pada Senin (25/12) petang, bersama Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi NAD, H Sayed Fuad Zakaria, menyalurkan bantuan bagi para korban banjir di wilayah itu. (ant-60)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA