| Rabu, 27 Desember 2006 | MURIA |
13 Kecamatan Rawan BanjirJEPARA- Kecuali Karimunjawa, semua (13) kecamatan di Jepara pada musim penghujan rawan dilanda banjir. Hal itu karena beberapa sungai di masing-masing kecamatan itu dalam kondisi kritis. Untuk itu, kewaspadaan dini dan cara penanggulangan cepat mutlak dilakukan untuk mencegah dampak buruknya. Demikian disampaikan Kabid Pengairan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten (DPUK) Njardji ST dalam rapat koordinasi (rakor) awal penanganan bencana banjir di Gedung Serba Guna Setda, Rabu (26/12). ''Banyak hal yang menjadi penyebab banjir. Diantaranya tata guna laha yang tak serasi, intensitas hujan meningkat, peningkatan endapan lumpur di sungai, pemanfaatan lahan pinggiran sungai, pembuatan sampah di sekitar sungai, dan potensi tanggul jebol. Inilah beberapa hal yang dimungkinkan rawan menyebabkan banjir. Khusus untuk sungai yang rawan mendatangkan banjir, bisa ditemukan di beberapa desa 13 kecamatan,'' jelasnya. Rakor tersebut dihadiri oleh utusan dari polres dan kodim, dan dinas-dinas terkait. Dalam rakor juga diungkapkan prediksi curah hujan yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Semarang. Pada Desember ini curah hujan untuk Jepara bagian selatan diprediksikan 300-400 mm, sedangkan bagian tengah utara 400-500 mm. Di Kecamatan Nalumsari, sungai rawan banjir ada di Kali Tunggul, Kali Mayong, Serang Welahan Drainase (SWD) I, dan SWD II. Desa yang rawan terkena dampak adalah Desa Bategede dan Desa Sreni, termasuk Desa Dorang di Kecamatan Mayong. Di Kecamatan Mayong, desa rawan banjir adalah Pelemkerep, Mayong Kidul, Paren, dan Bungu. Di Welahan langganan banjir ada di Desa Welahan, Gedangan, Ketileng Singolelo, dan Kalipucang. Banjir di Welahan biasanya disebabkan meluapnya Kali Bakalan, SWD I, dan SWD II. SWD II, juga Kali Kaweden tiap tahun juga menyebabkan banjir di Desa Batukali Kecamatan Kalinyamatan. Di Kecamatan Pecangaan, Desa Karangrandu, Gerdu, dan Kaliombo juga sering banjir akibat luapan Kali Pecangaan dan SWD II. Sedangkan di Tahunan, Kali Tekuk juga rawan. Kawasan kota, meski tak tiap tahun banjir, namun harus mewaspadai meluapnya Kali Wiso dan Kali Kanal. Dua desa di Kecamatan Mlonggo, yakni Sekuro dan Srobyong harus waspada melimpasnya air dari Kali Kaaranggondang. Di Kecamatan Bangsri dan Kembang, dua sungai yang berpotensi banjir adalah Kali Banjaran dan Kali Balong. Sedangkan di Keling datangnya banjur biasanya berasal dari Kali Gelis. Kabid Perlindungan Masyarakat Bakesbanglinsos Istono SH MM mengatakan, pemkab mulai menyiapkan peralatan berat dan ringan, termasuk cadangan pangan untuk mengantisipasi dampak bencana. (H15-52) |