| Rabu, 27 Desember 2006 | KEDU & DIY |
Harga Oyek Rp 3.000/Kg, Beras BertahanKEBUMEN-Naiknya harga beras berimbas pada kenaikan harga nasi oyek yang terbuat dari ketela ubi. Bahkan di Pasar Tumenggungan Kebumen, harga oyek mentah per kilogram sudah menembus Rp 3.000/kg. Parti (40), pedagang sayuran di Pasar Tumenggungan kemarin siang mengatakan, harga oyek semula hanya Rp 2.000/kg. Namun sejak mendekati Lebaran terus naik menjadi Rp 2.500/kg, dan saat ini sudah mencapai Rp 3.000/kg. Parti sendiri yang setiap hari berjualan sayuran dan oyek mengaku sedih. Sebab, sejak harga barang kebutuhan pokok terus naik, kini berjualan makin susah lantaran sepi.''Mbok kalau bisa harga dari atas sana turun to mas,'' pinta wanita tersebut. Nasi oyek belakangan ini makin populer setelah harga beras kian mahal hingga menembus Rp 5.000/kg. Bagi warga pedesaan di Kebumen utara, seperti Karanggayam, Karangsambung, Alian dan Poncowarno, mengonsumsi oyek menjadi pilihan di saat harga beras makin tidak terjangkau. Warga di Desa Kalijaya Alian, terutama yang berada di pegunungan dan dataran tinggi, juga memakan nasi oyek setiap hari. Maklumlah, sebagian besar warga hidup menggantungkan hasil dari tegalan dan lahan kering. Hasil utama juga ketela. Masih Rp 5.000/Kg Sementara itu di Pasar Tumenggungan harga beras masih bertahan tinggi. Paling murah harga beras IR 64 mencapai Rp 4.600/kg, C4 Magelangan Rp 5.000/kg dan Mentik Kutoarjo Rp 5.200/kg. Beras Ketan sudah mencapai Rp 7.000/kg. Harga kebutuhan yang lain juga masih bertahan tinggi. Minyak goreng misalnya, Rp 7.500/kg, gula pasir berkisar Rp 6.300/kg, dan gula merah masih bertahan pada harga Rp 6.500/kg. Anggota Komisi B DPRD Kebumen Drs Lulus Triparyadi mengatakan, semestinya Tim Pengendali dan Monitoring Pangan di Pemkab segera turun tangan. Sebaiknya Pemkab berkoordinasi dengan Sub Dolog mengadakan operasi pasar guna menurunkan harga beras. Lulus mengatakan, bila harga beras tetap bertahan tinggi berdampak kepada masyarakat yang kurang mampu. Karena itu kepada para tengkulak dan pedagang besar dia mengimbau tidak mempermainkan harga dan jangan memanfaatkan situasi. ''Saya harap pedagang besar dan tengkulak juga mengedepankan hati nurani. Bisa saja harga naik, namun jangan sampai membuat susah rakyat. Sedangkan tim monitoring saya minta segera turun ke lapangan mengendalikan harga agar terjangkau,'' harapnya.(B3-39) |