| Rabu, 27 Desember 2006 | KEDU & DIY |
Kepercayaan Anak-anak Korban Gempa BangkitBANTUL - Kepercayaan diri 60 pelajar SMP dan MTs korban gempa bumi 27 Mei silam bangkit untuk kembali ke sekolah, setelah tiga hari, 22-24 Desember, mengikuti Pendampingan Terapi Psikologis Pelajar Pascagempa Bumi di Kantor Kesbanglinmas, Kabupaten Bantul. Acara itu menurut Kepala Kantor Kesbanglinmas Hardi Purnomo SIP, bertujuan agar para pelajar dapat menghilangkan trauma akibat bencana itu. Harapannya, mereka akan kembali punya kepercayaan diri lagi dan mampu menghadapi peristiwa alam dengan wajar tanpa kepanikan yang berlebihan. Menurut Hardi Purnomo, acara itu merupakan tahap awal pemulihan. Karena itu, Kesbanglinmas pada tahun mendatang juga akan menyelenggarakan acara serupa dengan lebih banyak melibatkan sekolah di luar kecamatan yang ada di Kabupaten Bantul. Acara itu diikuti siswa dari delapan sekolah dan guru pendamping masing-masing. Sekolah yang terlibat adalah SMP 2 Jetis, SMP 3 Jetis, SMP 3 Bantul, SMP 4 Bantul, SMP Maarif, SMP Nasional, SMP Muhammadiyah, dan MTs Kota Bantul. Bertindak sebagai fasilitator adalah tenaga dari RSUP Dokter Sarjito, IOM Yogyakarta, dan Dinas Kesehatan. Materi yang diajarkan kebanyakan berupa metode permainan yang membangkitkan semangat. Dokter Mahar, salah seorang fasilitator pendampingan menjelaskan, pendampingan psikologis korban gempa itu akan terus dilakukan secara berkelanjutan. ''Pelatihan hari ini ditujukan agar para pelajar mampu mengelola mentalnya secara psikososial sehingga mereka akan mampu menghadapi dampak bencana secara sehat dan wajar,'' ujar Mahar. Ke depan, lanjut dia, diharapkan pelajar yang sudah mampu menyikapi dampak psikososial itu bisa menjadi agen perubahan (agent of change) di masyarakat dan lingkungannya. Mahar menjelaskan, selama ini pihaknya bekerja sama dengan berbagai pihak terkait telah melakukan pelatihan pendampingan bagi tokoh masyarakat dan kader kesehatan, terutama dari puskesmas. ''Dengan acara itu, mereka mampu menguasai bimbingan dan penyuluhan dasar dan dapat merujuk masalah ke puskesmas dan RSU,'' katanya. (sgt-71) |