logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 27 Desember 2006 INTERNASIONAL
Line

Komando Intel Awasi Pendukung Thaksin

BANGKOK - Kabinet Thailand Selasa kemarin menyetujui anggaran sebesar 555 juta baht (Rp 137,7 miliar) untuk membentuk Komando Pemelihara Perdamaian. Unit khusus itu bertugas menjaga stabilitas politik melalui operasi-operasi intelijen dan psikologis.

Komando itu diperkuat 13.625 staf dari satuan militer dan polisi. Komando Intel itu ditugaskan sampai September tahun depan untuk mencegah gejolak politik yang kemungkinan akan ditimbulkan oleh pendukung perdana menteri terguling Thaksin Shinawatra.

"Gerakan bawah tanah masih berlangsung. Jadi, kami harus selalu mengawasi dari dekat beberapa anggota parlemen dari pemerintahan sebelumnya," kata Kol Sunsern Kaewkumnerd, juru bicara Dewan Keamanan Nasional pemerintahan junta.

"Kami akan memonitor setiap gerakan mereka, tetapi secara diam-diam dan tak kelihatan supaya mereka tidak merasa terganggu atau tidak nyaman telah dikuntit," kata Sunsern.

Undang-undang Darurat Militer masih diberlakukan di separo wilayah Thailand. Pemerintahan pasca kudeta mencabut pemberlakuan undang-undang di ibu kota dan provinsi-provinsi di sekitarnya bulan lalu. Pencabutan itu tidak lebih sekadar basa-basi politik untuk menepis kecaman internasional setelah militer turun tangan dalam kemelut politik di negeri itu.

Setelah Thaksin tersingkir, sedikitnya 30 sekolah di wilayah utara dan timurlaut menjadi sasaran pembakaran. Wilayah-wilayah itu dikenal sebagai basis kekuatan Thaksin. Meski demikian, tidak dilaporkan kekacauan politik lagi selain pembakaran gedung sekolah.

Kekacauan Politik

Sunsern mengatakan. staf intelijen akan secara khusus mengawasi para politikus di utara dan timurlaut.

Juru bicara pemerintah Yongyuth Mayalarp mengatakan, unit baru itu juga disiapkan untuk menangani situasi-situasi luar biasa. Unit intel itu akan bekerja sampai pemerintahan baru terbentuk setelah pemilu yang dijadwalkan September tahun depan.

Para pemimpin kudeta melarang Thaksin kembali dari Thailand karena khawatir kepulangannya itu akan mengobarkan kekacauan politik. Thaksin tinggal di pengasingan di London sejak terguling. Namun, saat ini dia sedang berada di Beijing.

"Saya tidak mencemaskan dia, tetapi saya risau kalau kepulangannya akan memicu kerusuhan atau kekerasan," kata pemimpin kudeta Jenderal Sonthi Boonyaratglin.

Thaksin melalui pengacaranya kemarin menyatakan siap pulang untuk membela diri terhadap tuduhan-tuduhan korupsi. "Berdasarkan undang-undang, Thaksin harus membela dirinya sendiri terhadap setiap tuduhan dan dia siap pulang untuk itu," kata pengacara Thaksin, Noppadon Patama.

Nopaddon mengatakan, Thaksin tidak menyebutkan kapan dia akan pulang ke kerajaan itu. Dia menambahkan, Thaksin akan membicarakan kemungkinannya untuk pulang itu dengan junta.

Pernyataan tersebut menanggapi komentar menteri keuangan yang mengatakan Bank Sentral Thailand akan melaporkan tuduhan korupsi terhadap Thaksin.(rtr-gn-25)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA