| Rabu, 27 Desember 2006 | EKONOMI |
Sekilas EkonomiDiselamatkan, Tagihan Rp 11,65 TJAKARTA-Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) berhasil menyelamatkan penerimaan negara mencapai Rp 11,65 triliun dan 127,46 juta dolar AS selama periode 2000-2006. Dalam siaran persnya Kepala Pelaksana Harian BPKP Kuswono Soeseno di Jakarta menjelaskan, instansinya lewat Tim Optimalisasi Penerimaan Negara (OPN) telah melakukan pemeriksaan di sektor perpajakan dan bea cukai, serta Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Kewajiban penyetoran ke kas negara atau tagihan pemerintah sampai Oktober 2006 senilai Rp 19,23 triliun dan 214,45 juta dolar AS. Pemeriksaan OPN dilakukan di beberapa instansi pemerintah yang mengelola penerimaan negara, seperti Departemen Keuangan, Departemen Kehutanan, Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral dan departeman lainnya. Pada 2007 BPKP akan lebih mengintensifkan beberapa kegiatan yang berpotensi menghasilkan tambahan penerimaan negara, yaitu sektor PNBP, pajak dan bea cukai. Rencana OPN 2007 sejalan dengan rencana penerimaan anggaran APBN 2007 senilai Rp 723 triliun. Terdiri atas penerimaan pajak Rp 453 triliun, bea cukai Rp 56 triliun, PNBP Rp 211 triliun dan hibah Rp 3 triliun. (bn-33) Molindo Kembangkan Ethanol Singkong MALANG-PT Molindo Raya Industrial kini mengembangkan produksi ethanol singkong, dari sebelumnya memakai bahan baku molasses (tetes tebu). Untuk menunjang produksi itu, kini sudah didirikan tiga pabrik di Kediri, Pacitan dan Lampung. Total produksi ethanol dari singkong saat ini sebanyak 10 juta liter pertahun. Produksi itu berdasar permintaan Pertamina, karena Molindo sejauh ini hanya sebagai pemasok. Permintaan ethanol itu dianggap masih jauh dari kurang, karena kebutuhan di Indonesia nantinya cukup besar. Dirut PT Molindo, Imam Hadi Purnomo SH mengatakan, bio premium ini sangat disukai pelanggan atau pemilik kendaraan bermotor, terutama di kota besar, seperti Jakarta. Sebab keuntungan memakai bio premium ini setingkat dengan bahan bakar minyak (BBM) Pertamax, yakni ramah lingkungan. (jo-33). |