logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 21 Desember 2006 WACANA
Line

Debat: Kemerosotan Prestasi Olah Raga

Habis Manis Sepah Dibuang

  • Oleh Tafrida Tsurayya Mahasiswi Komunikasi FISIP Universitas Diponegoro

PRESTASI para atlet Indonesia makin lama kian merosot. Keadaan ini juga telihat pada Asian Games XV di Doha, Qatar. Impian meraih medali seakan jauh dari genggaman Indonesia.Masih ingatkah ketika Susi Susanti dan Alan Budi Kusuma sempat mengharumkan nama bangsa di ajang Olimpiade? Disusul Taufik Hidayat yang berkali-kali mengukir prestasi di dunia bulu tangkis, yang tentunya membuat nama Indonesia mencuat.

Semua ini merupakan kebanggan yang tak ternilai. Tapi sayang, itu hanya merupakan sepenggal kisah lama yang tinggal sejarah. Kini, untuk mengulang prestasi manis seakan jauh dari harapan. Walaupun para atlet muda telah dibekali dengan latihan fisik dan mental, tetapi masih terasa sulit bagi Indonesia untuk sesegera mungkin mencari tokoh pengganti ''pahlawan olah raga'' selanjutnya.

Bagaimana mungkin calon pengganti ingin memantapkan tekadnya menjadi pahlawan olah raga, jika tidak ada jaminan kesejahteraan hidup bagi masa depannya. Habis manis sepah dibuang. Itulah ungkapan tepat bagi atlet-atlet kita. Setelah berhasil mengharumkan nama bangsa, setelah raga tak lagi berstamina seperti dulu, dan saat pesiun telah tiba, mereka seakan hilang dari Bumi Pertiwi.

Nama mereka tidak lagi dielu-elukan seantero dunia. Keberadaan mereka tak lagi dihiraukan, bahkan tak tau entah di mana. Padahal nasib mereka di sana butuh perhatian berbagai pihak. Mereka mempunyai tanggungan keluarga yang harus diberi kesejahteraan. Sebut saja Elyas Pical, mantan juara dunia tinju asal Indonesia. Setelah sekian lama tak muncul, secara mengejutkan dia ditangkap polisi karena terlibat kasus Narkoba.

Sungguh ironi nasib Pical. Dengan alasan terdesak kebutuhan ekonomi, dia melakukan tindak kriminal yang berkibat fatal bagi dirinya. Lalu, kemanakah sang pahlawan olah raga ini harus mencari kesejahteraan hidup?. Bukankah seharusnya dia menikmati masa tuanya setelah mengukir prestasi bagi bangsa ini?. Inilah salah satu alasan utama yang membuat para atlet penerus enggan untuk melanjutkan kemenangan di dunia olah raga.

Seharusnya pemerintah lebih memperhatikan dan memberikan jaminan kesejahteraan hidup bagi mantan atlet, dengan memberikan hadiah yang memang pantas diterima. Tak luput juga dibutuhkan perhatian dan peranan Menteri Pemuda dan Olahraga yang dapat mengoptimalkan dan memfasilitasi mereka demi sebuah kemenangan.

Berikan juga pembekalan fisik maupun mental bagi atltet dengan latihan-latihan prima. Misal, mendatangkan pelatih yang berkualitas. Tidak perlu jauh-jauh, rekrut saja mantan pahlawan-pahlawan olahraga yang telah berhasil mengukir prestasi di kancah dunia. Dengan cara ini, kita akan memperoleh dua kelebihan sekaligus.

Pertama, mereka pasti akan mengajarkan, berbagi trik dan strategi menumbangkan lawan. Kedua, mereka mempunyai kegiatan yang dapat mengusir kejenuhan di hari tua, dan mampu memberi penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Jadi, dari segi mentalitas, para atlet penerus akan punya kebanggaan tersendiri dan semangat tinggi serta memiliki teladan yang patut dijadikan contoh untuk ditiru prestasinya.

Sehingga mampu membangkitkan rasa percaya diri dalam menghadapi lawan. Kemudian dari segi fisik, diperlukan latihan-latihan yang rutin disertai tekad pantang menyerah.

Selain itu, juga perlu menjaga vitalitas tubuh dengan mengkonsumsi vitamin dan makanan yang sehat dan berkualitas. Sehingga mereka mempunyai ketahanan tubuh yang prima saat bertanding.

Menumbuhkan rasa cinta olah raga dan semangat sportivitas dari berbagai kalangan serta mengajak rnasyarakat untuk ikut serta memberi dukungan yang bulat bagi para atlet kita. Karena menjaga citra positif bangsa melalui olah raga merupakan tanggung jawab bersama antara masyarakat dan pemerintah.

Semua upaya dan dukungan yang penuh baik dari pemerintah maupun masyarakat pastinya akan memberikan motivasi dan tekad kuat bagi para atlet kita untuk terus maju dalam meraih kemenangan agar mampu mengembalikan kejayaan Indonesia di arena olah raga. (32)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA