logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 21 Desember 2006 NASIONAL
Line

Harmoni 557 Seruling Pecahkan Rekor Muri


SM/Achiar MP PECAHKAN REKOR :Sebanyak 557 siswa SD Karangturi memecahkan rekor bermain seruling di Ruang Ambassador, Plasa Semarang, semalam.(30)

PERNAHKAH maestro gending Ki Nartosabdho membayangkan, lagu ''Gambang Suling'' karyanya dimainkan ''hanya'' dengan recorder? Bukankah biasanya, salah satu masterpiece karya seniman asal Semarang itu dimainkan dengan gamelan jangkep?

Kalau saja Ki Narto hadir pada Malam Apresiasi Musik ''Ayo Bermain Suling'' di Ruang Ambassador Plasa Semarang Jl Agus Salim, semalam, boleh jadi ia tak bisa membendung haru. Bayangkan saja, 557 siswa SD Karangturi memainkan karya pendiri Wayang Orang (WO) Ngesti Pandawa itu dengan peranti recorder alias seruling plastik.

Sama sekali tak berkurang kebesaran karya dalang kondang itu. Dengan instrumen yang serbaterbatas itu, para siswa kelas III-VI yang memainkannya itu terlihat bagus. Bahkan, mereka seperti memberi tafsir baru atas ''Gambang Suling'', dengan masuknya nuansa rumba yang ceria.

Harmonisasi berhasil dibangun dengan pembagian peran. Mereka dibagi lima kelompok, masing-masing memainkan suara 1, suara 2, suara 3, suara 4, dan suara 5.

Suara 1 memainkan melodi yang menjadi pengendali, sementara yang lain mengisi ruang-ruang kosong sehingga menjadi komposisi yang penuh.

Tak heran, seusai lagu itu dimainkan, tepuk tangan ratusan orang tua siswa dan tamu undangan tak bisa dibendung. Termasuk, applaus dari Direktur PT Ulam Tiba Halim Harjanto Halim yang juga pimpinan Yayasan Pendidikan Nasional Karangturi dan pimpinan Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri) Jaya Suprana yang duduk di barisan terdepan.

Rekor Muri

Di akhir pertunjukan yang mengusung tema ''Pelangi Nusantara'' itu berhasil memperoleh penghargaan Muri. Mereka mencatat rekor sebagai anak SD terbanyak yang memainkan seruling bersama-sama. ''Sebelumnya, belum pernah ada catatan rekor 557 anak memainkan seruling bersama-sama. Lebih membahagiakan saya, karena yang dimainkan malam ini adalah lagu-lagu nusantara,'' kata Jaya Suprana.

Tentu saja, bukan cuma ''Gambang Suling'' yang dimainkan. ''Konser recorder'' itu menampilkan lima lagu daerah lain, seperti ''Dondong Apa Salak'', ''Buka Pintu'', dan ''Yamko Rambe Yamko'' dari Papua. Sebagai selingan, sejumlah siswa tampil menyanyikan ''Butet'', ''Sinanggar Tulo'', dan lagu daerah lainnya.

Ya, memainkan recorder atau seruling, boleh jadi tak terlampau sulit dilakukan, oleh para siswa SD di banyak tempat. Tetapi, membuat ''konser'' kecil dengan melibatkan 500 lebih siswa yang memainkan seruling tentulah bukan pekerjaan sederhana. Dan para siswa SD Karangturi telah membuktikan, mereka berhasil melakukannya.

''Pemecahan rekor Muri, hendaknya tidak dijadikan tujuan utama. Yang lebih penting dari itu, anak-anak telah membuktikan, mereka memecahkan atau mengalahkan rasa takut dan khawatir,'' kata Harjanto Halim.(Achiar M Permana-41)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA