logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 15 Desember 2006 PANTURA
Line

122 Kali Kecurian Kabel

Telkom Rugi Miliaran Rupiah

KAJEN- Aksi pencurian kabel telepon di wilayah eks Karesidenan Pekalongan setahun terakhir meningkat drastis. Akibatnya, PT Telkom Kandatel Pekalongan mengalami kerugian miliaran rupiah.

Menurut data PT Telkom, tahun 2005 terjadi 34 kasus pencurian kabel. Tahun ini, sampai November, meningkat menjadi 122 kasus.

''Kerugian secara materi dari kabel saja mencapai Rp 1,06 miliar, belum termasuk kerusakan dan gangguan pelayanan akibat putusnya jaringan telepon,'' jelas Deputi General Manager PT Telkom Kandatel Pekalongan Yogo Santoso ST.

Yogo menegaskan, dampak pencurian dengan intensitas yang tinggi itu sangat meresahkan pelanggan. Sebab, hampir tiap dua hari selalu ada laporan jaringan yang putus.

''Padahal untuk memperbaikinya kami butuh waktu. Ini tidak hanya merugikan Telkom, tapi juga masyarakat pengguna jasa telepon,'' tandasnya.

Pasang Alarm

Demi mengantisipasi aksi pencurian tersebut, Telkom telah melakukan beberapa langkah, di antaranya memasang alarm di beberapa titik rawan. Dari beberapa wilayah di Kandatel Pekalongan, Brebes dan Randudongkal termasuk daerah yang rawan dan sering menjadi sasaran pencuri kabel telepon.

Di daerah yang sulit dijangkau, alarm tidak begitu banyak membantu. Sebab ketika ada pencurian, butuh waktu bagi alarm untuk berbunyi. Sementara rata-rata pencuri kabel sudah terlatih dan bisa beraksi dengan cepat.

Telkom juga telah mengumpukan para pengepul barang bekas dan mengimbau mereka agar menolak jika ada yang menjual kabel telepon. Namun diakuinya, langkah itu tidak menjamin. Apalagi harga tembaga yang merupakan bahan baku kabel kini sedang tinggi.

''Harga jual tembaga memang menggiurkan, sekitar Rp 80.000 per kilogram,'' tuturnya. (G16-65)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA