logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 15 Desember 2006 PANTURA
Line

Truk Dibajak, Sopir Dibuang

BATANG- Aksi pembajakan truk terjadi di jalur pantai utara (pantura) Alas Roban, Batang. Dalam kejadian itu, pengemudi truk dilukai dan dibuang di kebun. Pelaku akhirnya meninggalkan truk yang dibajak. Diduga, penjahat kabur karena aksi mereka tercium polisi.

Keterangan menyebutkan, peristiwa itu terjadi Kamis (14/12) sekitar pukul 04.30. Saat itu truk E-9337-A yang dikemudikan Ismail (45) beralamat di Desa Tegalharjo, Kabupaten Banyuwangi dan diawaki Bonari (43) warga Kampung Tanahmerah, Sladri, Surabaya melintas dari timur ke barat.

Truk itu mengangkut kopi bubuk cap Kapal Api yang diangkut dari Surabaya dengan tujuan Jakarta. Ketika melintas di jalan raya Adinusa di kawasan hutan jati, dekat SD Adinusa I, tiba-tiba kendaraan itu disalip truk lain yang kemudian memotong jalan.

Ismail terkejut ketika dari truk Hino yang menyalip itu turun dua orang. Mereka menghampirinya. Tak berapa lama, muncul enam orang lagi yang turun dari mobil Daihatsu Espass.

Satu di antaranya yang bertubuh tegap dan membawa senjata tajam panjang menyeret Ismail keluar. Korban diancam dan dipukul, tangannya diborgol, mata dan hidungnya dilakban.

Bonari yang tertidur dibangunkan dan mendapat perlakuan yang sama. Kedua tangannya diikat dengan tali plastik.

Mereka dinaikkan ke truk penjahat. Selang beberapa menit kemudian kendaraan itu melaju ke arah barat.

Namun, setelah berjalan sekitar 3 kilometer, tepatnya di sebelah selatan tanjakan Sengon, Ismail dan Bonari diturunkan. Keduanya dibuang di kebun pisang, sekitar 20 meter dari jalur pantura.

Penjahat kemudian melanjutkan perjalanan. Ismail dan Bonari berhasil membuka penutup mata dan mulut, kemudian merangkak ke jalan.

Secara kebetulan, pagi itu dua anggota Polsek Subah, Bripka Hery Rubiono dan Bripda Hendri sedang melakukan patroli rutin. Mereka terkejut melihat dua orang sedang merangkak. Salah seorang di antaranya, Ismail, luka parah di bagian wajah.

Kepada polisi, Bonari menceritakan peristiwa yang baru saja mereka alami.

Masih Utuh

Bripka Hery kemudian melaporkan kejadian itu kepada Kapolsek AKP Puji Irianto. Kapolsek bersama Kanit Reskrim Bripka Budi Utomo dan sejumlah anggota bergegas menuju ke tempat kejadian, lalu mengejar pelaku.

Sekitar 4 kilometer dari lokasi pembuangan sopir, polisi menemukan truk E-9337-A yang dilarikan pembajak. Kendaraan itu diparkir di sebelah jalur putar (U-Turn) Desa Jrakahpayung. Muatannya masih utuh.

Secara kebetulan, anak Ismail, Agus Supriyanto (26) pagi itu juga sedang menuju ke Jakarta. Dia berhenti begitu mengetahui truk yang dikemudikan bapaknya berada di pinggir jalan dan sedang diperiksa polisi.

Dia juga melihat ayahnya dan Bonari dibawa naik mobil patroli. Begitu mengetahui apa yang terjadi, Agus menyusul ke Mapolsek Subah.

Diduga, penjahat yang naik mobil Espass masih berada di sekitar Subah. Tampaknya pelaku mengetahui aksi mereka tercium polisi, sehingga cepat-cepat mengontak anggota komplotan yang membawa truk korban dan menyuruh agar segera melarikan diri.

Kapolres AKBP Drs Edi Suroso yang menerima laporan dari Kapolsek Subah, menerjunkan Tim Buser yang dipimpin oleh Ipda Hartono SH.

''Anggota sedang melacak tempat persembunyian penjahat. Identitas mereka sudah di tangan kami,'' ujar Edi.

Hingga kemarin Ismail dan Bonari masih dimintai keterangan di Mapolsek Subah. Truk yang dibajak juga diamankan di Mapolsek. (ar-65)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA