logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 15 Desember 2006 PANTURA
Line

Ratusan Rumah Terancam Longsor

SLAWI- Memasuki musim penghujan, ratusan rumah di Desa Dermasuci, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal, rawan longsor. Sebab, berada di perbukitan dan kondisi tanahnya labil.

Syarif, warga RT 4, RW4, mengatakan beberapa warga terpaksa pindah rumah karena tanahnya longsor. "Saya juga pindah. Rumah saya rusak. Tiang rumahnya menggantung, karena tanahnya longsor," jelas dia, kemarin.

Menurut warga lain, Waryono, untuk mengantisipasi hal tersebut pihaknya sudah mengajukan ke pemerintah desa supaya membangunkan bronjong di dekat rumahnya. Dikhawatirkan, apabila tidak segera dibangun saat hujan tiba tanahnya longsor, dan rumah bisa roboh.

Kepala Desa Soekar AR mengatakan di musim kemarau tanah di desanya mudah retak, maka apabila turun hujan akan mudah longsor atau amblas. Akibatnya, sejumlah rumah dindingnya retak-retak.

Untuk mengantisipasi terjadinya longsor, Pemkab sudah memberikan bantuan bronjong dan menggalakkan penghijauan.

"Harapannya dengan bronjong tanahnya tidak mudah longsor," ujarnya.

Kepala Kesanglinmas Drs Herry K melalui Kasi Linmas Amin Sasongko SH mengatakan setidaknya ada sembilan kecamatan termasuk daerah rawan bencana banjir dan longsor.

Bedah Desa

Untuk membantu warga yang sering dilanda bencana alam, Pemkab akan mengadakan bedah desa.

Sebanyak 360 rumah di Desa Harjasari, Kecamatan Suradadi, dan Desa Margahayu, Kecamatan Margasari rumahnya akan diperbaiki ubin dan fentilasinya.

Pencanangannya dilaksanakan Jumat ini (15/12). "Masing-masing rumah diberi bantuan senilai Rp 2 juta," kata Kabag Pemerintahan Pemkab H Bagas Prakosa MM.

Lebih lanjut dia mengatakan, rumah tersebut dinilai belum memenuhi syarat sebagai rumah sehat, seperti berada di permukiman kumuh, tingkat kesehatan dan pendidikannya rendah.

"Selain itu, sarana prasarananya kurang, berada di daerah terpencil, dan sering dilanda banjir," jelasnya.(H3-19)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA