logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 15 Desember 2006 KEDU & DIY
Line

Ada yang Bagi-bagi Uang dan Sediakan Angkutan

  • Pilkades Massal di Wonosobo

PEMILIHAN kepala desa (pilkades) massal dilaksanakan serentak di 94 desa se-Kabupaten Wonosobo, Kamis kemarin. Ajang pesta demokrasi tingkat desa itu berlangsung semarak. Sejak pagi, warga berduyun-duyun menuju ke lokasi pemungutan suara. Perhelatan tersebut ada yang digelar di balai desa, gedung olahraga, dan lapangan desa.

Meski pencoblosan (pemungutan suara) dimulai pukul 08.00 dan berakhir pukul 14.00, tetapi banyak warga desa yang sudah berjubel di lapangan ataupun halaman balai desa sebelum pukul 07.00. Sebagian penduduk memanfaatkan momen pilkades ini untuk berjualan makanan/minuman di sekitar lokasi coblosan.

Para calon kades ditempatkan di panggung, agar bisa disaksikan oleh para pemilih. Mereka ada yang terlihat tegang, santai, dan ada yang terkesan cuek. Mereka sesekali tersenyum kepada pemilih.

Yang menarik dari pilkades massal tahap pertama di Wonosobo, antara lain adanya pemberian uang secara terang-terangan kepada pemilih. Ada pula yang menyediakan angkutan antar jemput bagi warga.

Di Desa Karangluhur, Kecamatan Kertek, panitia menyediakan tujuh unit mikrobus sebagai alat transportasi antar-jemput. Hal itu dilakukan untuk memberikan pelayanan bagi pemilih yang domisilinya cukup jauh dari lokasi pencoblosan.

Ketua BPD Karangluhur, Choiri yang ditemui wartawan, kemarin, mengatakan bahwa pemilih di desanya tersebar di sembilan dusun. Enam dusun di antaranya jaraknya cukup jauh dari gedung olahraga yang dijadikan tempat pemungutan suara. Untuk itu, panitia menyediakan angkutan antar jemput bagi pemilih secara gratis.

Choiri menyebutkan, biaya untuk transportasi pemilih itu disepakati ditanggung oleh lima calon kades.

Menurut dia, sebelum pilkades usai, para calon dilarang menyelenggarakan jamuan makan untuk pemilih. Hal itu dimaksudkan untuk penghematan, menghindari pemborosan, sekaligus mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Pasangan Suami-Istri

Ketua Panitia Pilkades Wonolelo Wonosobo, Sunardi secara terpisah mengaku, berdasarkan aspirasi masyarakat, tiap pemilih yang telah melaksanakan haknya, menerima uang. Pemberian uang itu sebagai ganti transportasi, dan tidak berpengaruh pada calon tertentu.

Jumlah pemilih di Desa Wonolelo sebanyak 2.387 orang. Tiap pemilih menerima uang Rp 10.000. Uang transport tersebut sepenuhnya ditanggung bersama oleh tiga orang yang mencalonkan diri. Calon yang bersaing untuk menjadi orang pertama di Desa Wonolelo adalah H Untung Tugiono; Widodo (mantan Kades) dan H Kuwat.

Sementara itu, persaingan yang cukup unik berlangsung di Desa Rejosari, Kecamatan Kalikajar. Jabatan kades diperebutkan oleh pasangan suami-istri, Mohamad Nur melawan Ny Tursinah. Keduanya didudukkan bersanding di atas panggung, ibarat pasangan pengantin baru.

Berdasarkan informasi yang dihimpun menyebutkan, pasangan suami istri itu maju bersama untuk menghindari calon tunggal. Sementara itu, Camat Kalikajar, Sumarno SH mengatakan bahwa dalam pilkades tahap pertama ini, di wilayahnya terdapat dua desa dengan calon tunggal, yakni Desa Purwojiwo dan Desa Wonosari. Calon Kades di Desa Purwojiwo adalah M Syukur. Sedangkan Desa Wonosari adalah Ramelan. Kedua calon tunggal itu merupakan mantan kades yang maju lagi dalam pilkades. (Sudarman24)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA