logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 11 Desember 2006 RAGAM
Line

Kiat Hadapi Anak Susah Makan

"NGGAK lapar... nggak lapar..." teriak Upik sembari berlari meninggalkan ibunya yang siap menyuapinya. Jika sudah demikian si ibu hanya bisa mendesah. Tak jarang perang antara anak dan ibu pun tak terelakkan. Si anak bersikukuh tak mau makan sementara si ibu yang khawatir anaknya kekurangan gizi terus berusaha membuat anaknya mau makan, mulai dengan cara merayu hingga enghardik.Masalah anak tak mau makan adalah problem klasik orang tua. Jika anak Anda termasuk yang susah makan, jangan dulu terburu emosi. Berfikirlah dengan tenang dan atur strategi. Berikut adalah kiat-kiat

menghadapi anak susah makan.

Pertama, jangan terlalu khawatir. Jika anak hanya makan sedikit, jangan langsung khawatir. Bisa jadi sejumlah itulah makanan yang dibutuhkan anak. Menurut Alvin N Eden MD, ahli kesehatan anak di New York Hospital-Cornell Medical Center yang juga pengarang buku Positive Parenting dan Dr Eden's Healthy Kids, tak semua anak membutuhkan makanan dalam jumlah besar.

Orang tua perlu menyadari kebutuhan makanan harian anak selalu berubah. Bisa jadi hari ini anak makan sangat lahap tapi esok hari ia tak begitu bernafsu makan.

Dua, sajikan makanan dalam porsi kecil. "Sajikan makanan dalam porsi lebih kecil dari yang sekiranya akan dia habiskan," demikian saran Quentin Van Meter MD, ahli kesehatan anak di Emory University School of Medicine di Atlanta. Sajian makanan dalam jumlah besar di piring bisa menghilangkan nafsu makan anak. Lebih baik sajikan makanan dalam porsi kecil dan bisa menambahinya jika porsi yang pertama telah habis dan si anak masih memintanya.

Camilan

Tiga, jangan terlalu banyak memberikan makanan kecil (camilan). Bisa jadi anak tak tertarik menyentuh makanan utamanya karena perutnya telah penuh oleh makanan kecil . Jika anak telah terbiasa ngemil, jangan langsung melarang kebiasaan itu. Yang perlu diatur atur adalah porsinya.

Jangan lupa untuk mengurangi porsi minumnya. Kurangi porsi jus, sebab, kandungan lemak dan gula pada dua jenis minuman tersebut dapat membuat anak kenyang tanpa melahap makanan utamanya. Selain mengurangi jus dan susu, juga disarankan agar anak tidak mengonsumsi minuman bersoda karena tidak mengandung unsur gizi yang berarti.

Empat, sediakan makanan selingan. Bagi anak yang aktif makanan selingan lebih menarik. Anak acap lebih menyukai makanan selingan yang diberikan tiap dua atau tiga jam sekali. Tak perlu repot memasak setiap kali anak ingin makan, Anda bisa menyediakan biskuit, buah atau camilan lain yang menyehatkan untuk mereka.

Lima, sajikan makanan tepat waktu. Jika suatu saat terlambat menyiapkan sarapan misalnya, sebaiknya sediakan makanan kecil untuk mengganjal perut si kecil. Membiarkan anak kelaparan saat menunggu menu sarapan disajikan bisa membuat mereka dongkol sehingga menghilangkan nafsu makan.

Enam, libatkan anak dalam menyusun menu makanan. Tawarkan pilihan menu makanan dan beri kebebasan pada anak untuk memilih. Anak akan bersemangat makan jika yang disajikan adalah menu pilihannya.

Tujuh, biarkan anak makan sendiri. Biarkan ia mencoba menggunakan sendok dan garpu sendiri. Jangan marah jika banyak makanan yang berceceran karena itu adalah bagian proses pembelajaran. Jika mereka telah mahir makan sendiri, jangan menyuapinya. Dengan begitu jika lapar ia akan makan sendiri.

Delapan, jangan memaksa. Hal terburuk yang sering dilakukan orang tua adalah memaksa anak untuk makan. Selain membuat frustasi, hal itu juga membuat anak jengkel dan semakin menolak untuk makan. Makan adalah kegiatan biologis. Anak akan makan jika ia merasa lapar. Jadi jangan berusaha mengendalikan seberapa banyak ia harus makan sebab ia akan memberontak.

Sembilan, bangun suasana makan yang menyenangkan. Ini yang harus lebih diperhatikan. Sesekali ajak anak makan sambil bercerita atau jika perlu sambil berjalan-jalan.

Jangan paksa anak menghabiskan makanannya di meja makan senyampang anggota keluarga yang lain telah meninggalkan meja makan. Ini akan membuat ia bosan.

Meskipun demikian tegaskan padanya akan sopan santun di meja makan. Jelaskan padanya bahwa ia harus datang tepat waktu saat waktu makan bersama keluarga. Ia juga tidak boleh mencela atau mempermainkan makanan yang ada di meja makan saat sedang santap bersama.

Sepuluh, jangan mengomel saat anak tak menhabiskan makanannya dan jangan memuji saat ia menghabiskan makanannya. Biasakan anak makan karena memang mereka ingin makan, bukan karena ingin menyenangkan hati orang tua.

Sebelas, jangan selalu menuruti apa yang diinginkan. Beri kebebasan pada anak untuk memilih makanan yang ia sukai dari sejumlah menu makanan yang telah disajikan di meja makan. Jika anak tak suka dengan makanan tersebut dan meminta makanan lainnya, jangan langsung dituruti. Biasakan memakan makanan yang telah tersedia.

Dua belas, jangan memberikan makanan yang membuat anak tidak nyaman. Lebih baik menghindari menyajikan jenis makanan tersebut dari pada harus memaksa anak menyantap makanan tersebut.

Tiga belas, berikan vitamin. Ada baiknya Anda memberikan vitamin pada anak untuk memastikan anak cukup gizi. Itu jauh lebih baik ketimbang terus mencemaskan kesehatannya. Meski suplemen itu belum tentu dibutuhkan, setidaknya itu bisa membuat tenang.

Empat belas, bangun hubungan emosional yang baik dengan anak. Jika Anda wanita karir, selalu luangkan waktu di tengah kesibukan untuk menyuapi atau menemani makan si kecil. Saat pulang kerja, yang pertama kali harus Anda sapa dan sentuh adalah dia. Tunjukkan bahwa dia adalah yang terpenting. Sebab, bisa jadi ia tak mau makan untuk menarik perhatian Anda.( Nashihah-11)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA