logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 11 Desember 2006 PANTURA
Line

Tewas setelah Dipukul Ayahnya

  • Kapolres: Berita Itu Baru Sebatas Rumor

PEMALANG - Warga Desa Gandu, Kecamatan Comal, Pemalang dikagetkan atas kematian Sinta Veronita Febrianingsih alias Menik (14), pada Sabtu (9/12) lalu.

Sehari sebelumnya, terdengar kabar dia dipukul oleh ayah kandungnya, Warjuki (36).

Menurut penuturan kakek korban, Ramidi (50), sehari sebelum Menik meninggal, terjadi sesuatu di rumahnya. Pada saat itu dia melihat Warjuki menghidupkan televisi dengan suara memekakkan telinga. Oleh karenanya dia menegur.

''Saya menegurnya dengan halus, karena banyak tetangga yang mengingatkan,'' katanya kepada petugas saat menceritakan kejadian itu.

Tetapi yang ditegur bukannya menuruti, malah marah-marah.

Pada pukul 16.00 terjadi cekcok hebat antara Warjuki dan Ramidi. Ketika itu Menik yang melihat ayah dan kakeknya bertengkar, berusaha melerai.

Namun anak perempuan duduk di kelas 1 SMP itu, kata Ramidi kepada petugas, ditendang oleh ayahnya hingga terjatuh.

Menik pingsan pukul 17.00 dan dibawa ke RSUD Ashari Pemalang.

Di rumah sakit pemerintah itu, korban dirawat semalam. kemudian esoknya, Sabtu pagi diketahui meninggal.

Kapolres AKBP Drs Koeshartono melalui Kapolsek Comal AKP W Kesuma Jaya menjelaskan, kematian Menik akibat dipukul ayahnya baru sebatas rumor di masyarakat.

Karena untuk membuktikan kematian itu harus dilakukan bedah mayat. Sedangkan keluarganya tidak mengizinkan dan menerima atas musibah tersebut.

Polisi juga menerima laporan terlambat, yakni setelah korban meninggal pada pukul 10.00, bukan saat terjadi pemukulan.

Jika waktu itu dilaporkan, kemungkinan pelaku bisa ditangkap dengan tuduhan penganiayaan. Atau kekerasan dalam rumah tangga.

Warjuki oleh warga setempat dikenal terganggu jiwanya. Jika penyakitnya sedang kambuh, akan marah-marah sendiri. Ketika diperiksa di Polsek Comal juga selalu menjawab ngawur atas pertanyaan petugas. Bahkan petugas dimarahi.

Atas dasar itu Polisi tidak melakukan penahanan. Setelah diperiksa, dia dipulangkan kembali.

Tetapi dianjurkan kepada keluarganya untuk membawanya berobat ke psikiater atau Rumah Sakit Jiwa. Karena banyak tetangganya yang merasa resah.

Saat dilakukan pemeriksaan terhadap korban, terdapat tanda memar bekas pukulan di tubuh bagian belakang dan tengkuknya.(sf-29)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA