logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 11 Desember 2006 WACANA
Line

Surat Pembaca

Jawaban Lippo Bank

Sehubungan tulisan Bapak Catur Prayitno di Surat Pembaca 6 Desember 2006 mengenai penyetoran uang di Lippo Bank Salatiga, kami telah menghubungi beliau dan masalah diselesaikan dengan baik. Sebagai bank yang terus meningkatkan pelayanan dan produknya. kami senantiasa berupaya mengantisipasi maupun merespon untuk mencapai kepuasan pelanggan yang prima dan konsisten.

Corporate Office

Mutiara Mulia (Vice President)

***

Penjelasan RS

Panti Wilasa Dr Cipto

Terima kasih kritik Sdr lewat Surat Pembaca 7 Desember 2006 tentang pelayanan KB Mandiri di RS Panti Wiloso Dr Cipto, Semarang. Setelah koordinasi dengan petugas, kami dijelaskan sbb: Salah satu program pelayanan di RS ini antara lain KB Mandiri untuk keluarga prasejahtera (istilah KB Safari sudah tidak ada).

RS Panti Wilasa Dr Cipto melayani program KB Kontap ini sebagai fasilitator dan wujud kepedulian terhadap kependudukan. Persyaratan mengikuti program tersebut antara lain sukarela dan tentunya hal lain sudah dijelaskan oleh petugas PLKB.

Mengenai metode operasi KB memang menggunakan bius/anesthesi lokal, suatu metode yang paling aman bagi peserta. Sedang rasa sakit yang dirasakan pasien sifatnya relatif dan individual. Metode tersebut sudah diterapkan di RS ini sejak 1985.

Soal keluhan Sdr terhadap petugas kami, sudah dilakukan pembinaan untuk peningkatan pelayanan selanjutnya. Semoga memberi kejelasan bagi keluarga Bapak dan dapat menjadikan pengalaman untuk lebih meningkatkan kualitas pelayanan.

RS Panti Wilasa Dr Cipto

Dr Yoseph Chandra, MKes

***

Mohon Bantuan Buku

Salah satu ciri dari negara maju adalah banyaknya buku yang diterbitkan. Contoh, Jepang yang hampir rata dengan tanah pada Perang Dunia II berusaha memulihkan kondisinya dengan menerbitkan buku sebanyak mungkin dan dijual semurah mungkin. Buku dari luar negeri juga diterjemahkan ke dalam bahasa Jepang.

Jadi setiap orang berpeluang untuk membaca buku apa saja. Tak lama, Jepang maju pesat dan mampu menandingi bangsa barat. Kini penerbitan buku di Jepang menjadi industri besar dan penerbit dari negara lain ganti yang menerbitkan buku Jepang.

Saya mengajak semua pembaca Suara Merdeka untuk bekerja sama mendukung impian ini. Saya mohon semua bersedia menyisihkan rezeki berupa buku baru maupun bekas kepada perpustakaan agar bermanfaat. Sebab buku-buku tersebut pasti berguna bagi anak-anak maupun remaja guna memperkaya wawasannya.

Saya ingin generasi masa depan di pedesaan tidak kalah pintarnya dengan anak-anak metropolitan yang sudah lebih dulu akrab dengan teknologi modern. Mereka pasti mampu menambah pengetahuannya dan menjadi kreatif dengan membaca semua jenis buku mulai dari komik Jepang, novel, pengetahuan populer.

Juga majalah, seri Chicken Soup, Harry Potter, kumpulan puisi dan cerpen sastra, cerpen/dongeng anak, komik superhero, tokoh dunia, ensiklopedi dan lainnya. Bila mereka terus dibiasakan membaca, bukan tidak mungkin bangsa ini mampu menandingi Jepang dan Amerika dan dalam hal apapun. Saya menanti uluran peduli pembaca yang kelak dapat mengubah wajah bangsa ini lebih cerah.

Aan Nurwilujeng

Jl Antareja 5 Wedarijaksa, Pati

***

Dikecewakan Simpati

Belum lama ini saya mengisi pulsa Rp 150 ribu ke 081326733xxx, tapi sampai tulisan ini terbit pulsa belum masuk, padahal sudah dapat nomor serinya. Saya laporkan ke Call Center dan Grhapari Kudus, jawabannya diminta tunggu, tunggu dan tunggu. Katanya akan ada konfirmasi tetapi sampai kini belum juga ada.

Percuma ada Call Center kalau tidak berfungsi. Sebagai pelanggan Simpati saya kecewa. Bagaimana tanggung jawabnya. Apa ingin pelanggan meninggalkan jaringan selular yang katanya memiliki user terbesar di Indonesia?

Mokhamad Fais

Jl Pandowo 42 Mlati Lor, Kudus

***

Tak Perlu Malu

Kasus anggota DPR terlibat adegan mesum yang kini ramai dipergunjingkan banyak orang, sebaiknya nggak perlu ditanggapi serius dan tak perlu malu, karena budaya seperti itu juga banyak dilakukan oknum pejabat dan tokoh masyarakat. Maaf bagi yang merasa melakukan nggak usah tersinggung.

Justru yang harus dimaluin adalah, bangsa ini sedang sengsara. Mati tidak, hidup pun sulit. Tapi di sisi lain para wakil rakyat yang terhormat yang seharusnya membela rakyat malah berpesta pora memikirkan diri pribadinya dengan menaikkan gaji luar biasa besarnya. Tolong mawas diri demi bangsa yang masih menderita.

Tarmudji Djoharianto

Jl Sudirman 29 Comal, Pemalang

***

Buat Wakil Rakyat

Kalau ditanya ....

Tak seorang pun mau menjadi penyandang cacat

Kalau ditanya ...

Tak seorang ibu pun mau anaknya cacat

Kalau ditanya ..

Tak seorang ayah pun tersenyum lega melihat anaknya cacat

Tetapi ..

Apakah keberadaannya harus ditolak?

Apakah keberadaannya harus ditiadakan dari muka bumi ini?

Tetapi ...

Kota ini telah meniadakannya

Pemerintah Kota telah mengingkari keberadaannya

Wakil rakyat kota ini telah memungkiri dan menghianati

Rancangan perda yang dijanjikan tahun ini ditenggelamkan

Dra Pamikatsih

Direktur Komunitas Difabel

Jl Mawar Barat VI/182, Solo

***

Pegawai Negeri Sipil

Membaca berita di harian ini berjudul "Pakai narkoba, PNS ditangkap", sungguh mencoreng nama baik korps PNS yang digembar-gemborkan sebagai pelayan masyarakat. Lebih-lebih mereka anak negara yang hidup dalam tanggungan negara seumur hidup.

Dalam berita itu ditengarai banyak PNS terlibat narkoba. Untuk itu pemerintah harus menindak tegas. Hukuman berat harus diberikan kepada oknurn pernakai. Bagaimana pun mereka adalah panutan masyarakat. Jangan karena bercerai dan stres lalu dijadikan alasan untuk memakai narkoba.

Jangan malah mencemarkan nama baik diri sendiri, instansi dan pernerintah. Akan dibawa ke mana generasi penerus ini kalau borok-boroknya tidak dilenyapkan. Salut untuk aparat kepolisian yang berkat kerja kerasnya bisa membongkar jaringan pemakai dan pengedar narkoba.

Suprihono Setyawan SKom

Jl Tegalsari Tmr IV/132 Semarang

***

Bunga Bangkai

Saya sering membaca/melihat bunga bangkai mulai bunga bangkai raksasa yang tumbuh di kebun raya Bogor sampai di rumah warga Ambarawa dan juga Brebes. Namanya juga langka, so pasti bunga ini jarang sekali tumbuh atau tidak bisa ditemui setiap saat dan tempat. Mekarnya pun dalam jangka waktu yang tidak bisa dipastikan.

Saat kecil, di pekarangan rumah tetangga pernah muncul bunga bangkai yang walau bentuknya indah tapi baunya benar-benar seperti bangkai. Sebagai wong ndeso yang sudah beberapa kali melihat bunga seperti itu jadi tidak gumun lagi.

Yang saya herankan kalau ada bunga bangkai mekar, pemilik pekarangan jadi suka aneh-aneh (seperti di teve) misalnya memberi kemenyan dan air kembang sebagai sesaji untuk meminta berkah. Sudah menjadi ciri khas bangsa ini, jika ada sesuatu yang langka, warga biasanya mengagung-agungkan.

Padahal itu kan hanya bunga. Sebaiknya diperlakukan seperti layaknya tanaman lain yaitu dirawat dan dilindungi agar tidak punah. Kalau ingin meminta berkah, langsung saja pada Sang Pencipta, tidak usah lewat perantara bunga.

Betty W Kusuma

Jl Mangga 149 Jambu, Ambarawa


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA