logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 11 Desember 2006 INTERNASIONAL
Line

Puluhan Ribu Penduduk Mengungsi dari Topan Utor

MANILA - Seperti dikhawatirkan sebelumnya, topan Utor menyapu kawasan Filipina tengah Minggu kemarin. Puluhan ribu warga berlindung di pengungsian darurat. Sebanyak tiga orang tewas, aliran listrik padam dan jalur komunikasi di kepulauan itu terputus.

Topan dengan kecepatan 150 km per jam itu menghantam Pulau Samar dan Masbate sepanjang malam. Penduduk di kawasan pantai dan dataran rendah terpaksa mengungsi ke tempat lebih tinggi.

Badan Koordinasi Bencana Nasional Filipina mengatakan, tiga orang tewas dalam serangan topan di Pulau Leyte.

Aparat mengungsikan sekitar 76.000 warga di Provinsi Albay. Pekan lalu, desa-desa di provinsi itu tersapu topan Durian yang mengakibatkan banjir dan longsor dari Gunung Mayon dan mengubur lebih dari 1.000 orang.

Ancam Hong Kong

Penduduk di Pulau Mindoro, 120 km sebelah selatan Manila, diimbau agar mengungsi ke kawasan lebih tinggi untuk menghindar dari kemungkinan banjir bandang.

Utor diperkirakan akan terus bergerak ke Laut China Selatan dalam waktu 48 jam mendatang menuju Vietnam utara atau China dan Hong Kong. ''Kami perkirakan kekuatan topan akan makin kuat saat berada di atas Laut China Selatan,'' kata Nathaniel Cruz, Kepala Biro Cuaca Nasjonal Filipina.

Utor dapat menguat sampai ke kategori 5 ''topan super'' dengan kekuatan pusaran angin lebih dari 350 km per jam. Kawasan pantai di sebelah timur laut Laut China Selatan terancam topan itu Jumat mendatang.

Pada Jumat lalu, Pemerintah Filipina mendadak membatalkan KTT ASEAN dan Asia Timur karena khawatir badai akan menerjang Pulau Cebu, lokasi pertemuan puncak 16 pemimpin negara Asia.

''Kami mengambil keputusan tepat, dengan mempertimbangkan keamanan para delegasi,'' kata Marciano Paynor, Sekjen Panitia Pelaksana ASEAN di Cebu.

Dua topan lain, Cimaron dan Chebi, menghantam negeri itu pada Oktober dan November lalu.(rtr-gn-25)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA