| Senin, 11 Desember 2006 | BANYUMAS |
Ditemukan Tewas di SidoarjoBANJARNEGARA- Warga Dusun Kecepit, Desa Bantarwaru, Kecamatan Madukara, Puput Wiranto (19), tewas di Sidoarjo, Jatim. Keluarga korban yang mengetahui kabar bahwa anaknya tewas diduga karena dibunuh, segera melaporkan kepada aparat desa setempat yang kemudian meneruskannya ke Polsek Madukara. Jenazah korban diantarkan oleh rekan sekerjanya di CV Grafika pada Sabtu (9/12) dan tiba di rumah duka pukul 10.00. Meski telah diperiksa di RSUD Sidoarjo, untuk memastikan sebab kematian anak ketiga pasangan Tuslam dan Pariyah itu, polisi memutuskan dilakukan visum lagi. Sebab, hasil pemeriksaan dari RSUD Sidoarjo hanya menyebutkan korban mati tak wajar, tetapi tanpa perincian sebab-sebabnya. Visum dilakukan oleh dokter Lenny Zabidi dari Puskesmas II Madukara. Dari hasil visum diketahui, pada tubuh korban terdapat luka di pelipis kiri sepanjang empat sentimeter dan dalamnya sekitar dua sentimeter. Diduga luka tersebut akibat pukulan benda tajam. Sementara itu, pada bagian tubuh lain terdapat memar. Yakni di pinggang dan kemaluan. Dari pemeriksaan diiketahui pula tulang paha kirinya telah patah. Karena itu disimpulkan kematian korban yang bekerja pada perusahaan jasa pemasangan reklame tersebut, diduga akibat pembunuhan. Informasi yang diperoleh dari pengantar jenazah yang juga rekan kerja korban, Taryanto, sebab kematian korban belum jelas. Dia mengatakan, kejadian bermula pada Kamis (7/12) malam lalu, ketika korban dan beberapa temannya tengah nongkrong di depan tempat kerjanya yang berada di tepi jalan tol Porong-Sidoarjo. Tiba-tiba di depan mereka melintas dua ekor kambing di jalan, yang langsung dikejar. Satu kambing berhasil di tangkap, tetapi satu lagi berhasil lari dalam kegelapan malam. Puput tetap mengejar kambing tersebut, meski sudah dicegah oleh temannya, Edi. Tak lama kemudian, melintas kendaraan petugas patroli jalan tol yang langsung mengamankan satu kambing yang telah ditangkap. ''Temannya mengira waktu itu Puput juga ikut dibawa petugas patroli. Tetapi kami kaget, ketika mendengar ada penemuan mayat tanpa baju. Jumat siang, kami baru tahu kalau itu adalah Puput,'' ujarnya. Dia mengungkapkan, saat ini sejumlah temannya masih diperiksa di Mapolsek Buduran, Kabupaten Sidoarjo. Kades Bantarwaru, Taufikudin yang mendampingi keluarga korban mengatakan, pihak keluarga tetap meminta petugas supaya mengusut tuntas kasus kematian sang anak. Dalam waktu dekat, pihak keluarga korban akan berangkat ke Sidoarjo untuk mencari tahu kabar sesungguhnya. Pihak keluarga, ujarnya, menyayangkan tak adanya petugas dari Polres Sidoarjo yang turut mengawal pengiriman jenazah, sehingga tak bisa diketahui kabar sebenarnya. (H25-36s) |