logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 07 Desember 2006 SALA
Line

Sukani Diduga Dibunuh Suaminya

KARANGANYAR - Sukani (56), warga Sambiroto RT 3 RW 5, Desa Pandeyan, Kecamatan Tasikmadu tewas dibunuh. Jenazah korban ditemukan anaknya, Diaz (18) di kamarnya.

Tubuh korban tergeletak di bawah kolong tempat tidur, Selasa (5/12) pukul 22.20. Jenazah korban dikubur di pemakaman umum desa setempat, kemarin.

Dari hasil uji labfor di Solo, tulang rawan leher, tulang leher, dan rahang kiri korban patah akibat pukulan benda tumpul. Kepala bagian belakang sobek sepanjang empat sentimeter dan sedalam satu sentimeter. Belum diketahui motif dan pelaku pembunuhan yang terbilang sadis itu. Namun polisi telah mengamankan suami korban, Suwarno (60) di Mapolsek Tasikmadu sejak kejadian hingga saat ini.

''Kami tidak menahan suami korban. Kami hanya memintai keterangan sebagai saksi. Kami belum menetapkan dia sebagai tersangka. Kenapa dia berada di sini (Mapolsek-Red). Dari pemeriksaan sementara, dia diduga paling dekat dengan peristiwa ini dibading saksi lainnya,'' ujar Kapolres Karanganyar AKBP Rikwanto ketika mendampingi Kapolwil Surakarta Kombes Yotje Mende di lokasi kejadian, kemarin.

Berbagai spekulasi muncul di masyarakat atas kejadian itu. Di satu sisi, pembunuhan itu murni masalah kriminal, yakni korban memang sengaja dibunuh oleh pelaku yang ingin menguasai harta benda korban. Sebab setelah pembunuhan itu, sepeda motor korban, AD-4160-AF berikut BPKB dan buku tabanasnya hilang.

Kisah Asmara

Pembunuhan itu juga dikaitkan dengan tukar guling tanah yang sedang dilakukan korban yang melibatkan Kades Pandeyan. Peristiwa itu dikaitkan dengan kisah asmara cinta segitiga suaminya dengan perempuan lain.

Suami korban yang pensiunan guru SD itu ternyata juga telah menikah siri dengan tetangga sebelah rumah yang kini tinggal di Kebakkramat.

Namun dugaan itu kurang sempurna. Jika pembunuhan itu bermotif perampokan, mestinya pelaku juga mengambil barang-barang milik korban lainnya yang lebih mahal. Dua mobil, perhiasan, dan uang korban tidak disentuh hanya berserakan. ''Kami masih mendalami kasus ini,'' ujar Rikwanto.

Sementara itu, Kades Pandeyan Sumadi akan mengajukan penangguhan ke Polsek Tasikmadu atas penahanan itu. Bahkan Sumadi bersedia menjadi jaminan.

''Mestinya polisi tidak melakukan penahanan itu. Apalagi, dia dan keluarganya sedang dalam keadaan berkabung,'' kata Kades. (G8-67d)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA