| Kamis, 07 Desember 2006 | SALA |
Disapu Angin Ribut, Tiga Rumah RobohBOYOLALI - Angin ribut disertai hujan deras melanda Desa Rembun, Kecamatan Nogosari, kemarin sore. Akibatnya, tiga rumah roboh dan belasan lainnya rusak. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Menurut keterangan warga, sore itu hujan deras sehingga warga tak berani keluar rumah. Mendadak angin kencang atau yang dikenal warga sebagai lisus menerjang. Pohon-pohon yang tumbuh di kebun dan pinggir jalan banyak yang tumbang. Sebagian warga pun terpaksa berlari mengungsi ke masjid, karena khawatir rumahnya ambruk. ''Kami takut karena angin bertiup kencang dan menerbangkan genteng,'' ujar seorang warga, Muhini. Belum hilang rasa takutnya, mendadak terdengar suara gemeretak. Langsung saja dia mengajak seluruh keluarganya berlari keluar rumah dan mengungsi ke rumah tetangga. Benar saja, tak lama kemudian dia melihat rumahnya roboh tersapu angin. Total kerugian ditaksir mencapai Rp 5,5 juta. Ternyata bukan hanya rumahnya yang roboh. Rumah milik Ny Sumirah warga Dukuh Mojo RT 3 RW 7 pun turut roboh. Rusak Parah Kerugian paling besar dialami Muklis Hamid warga Dukuh Tinawas RT 3 RW 1. Selain rumahnya berukuran 4 x 10 m roboh, dua sepeda motornya rusak parah. Honda Astrea Grand dan Yamaha Vega R yang diparkir di dalam rumah tak sempat diselamatkan, sehingga tertimpa bangunan. Total kerugian mencapai Rp 28,5 juta. Dia berharap pemerintah segera memberikan bantuan kepada para korban. Camat Nogosari, Sucipto mengaku sudah mengecek langsung ke lokasi. Bahkan dirinya juga langsung memimpin kegiatan untuk menolong para korban. Para warga diminta segera menyingkirkan pohon-pohon yang tumbang, terutama yang menghalangi jalan. Hal itu sekaligus untuk memudahkan transportasi ke wilayah yang terkena bencana. Pamong desa juga sudah diminta untuk melaporkan jumlah kerugian yang diderita warga. Laporan juga langsung disampaikan ke Pemkab Boyolali. ''Kami berharap Pemkab segera memberikan bantuan untuk meringankan penderitaan para korban. Bantuan yang mendesak adalah genteng, karena banyak genteng pecah di-terbangkan angin. Kami juga memuji sikap warga yang tulus bergotong royong memotong pohon yang tumbang serta membantu tiga korban yang rumahnya roboh,'' katanya. (G10-67d) |